Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Jembatan Besi Kedungliwung Hanyut Terbawa Banjir

02 Desember 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

HANYUT: Jembatan di Dusun Kedungliwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh hilang, Jumat (30/11).

HANYUT: Jembatan di Dusun Kedungliwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh hilang, Jumat (30/11). (Bagus Rio/RaBa)

SINGOJURUH - Jembatan yang biasa digunakan warga sebagai akses penghubung menuju sawah di Dusun Kedungliwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, hilang diterjang banjir, Jumat (30/11). Akibatnya, warga yang hendak ke sawah mengaku kerepotan.

Untuk ke sawah, kini warga harus harus memutar melalui jembatan di Dam Turus, Desa Kedungliwung, Desa Kemiri. ”Jembatan baru kali ini rusak. Ini karena sungai banjir,” kata Saiful, 36, warga Dusun Kedungliwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Saiful, jembatan itu dibangun oleh warga dengan cara swadaya. Pertama dibangun oleh para penambang pasir dengan bahan dari besi. ”Awalnya ada penambang pasir yang mengeruk di sini, lalu dipakai warga,” katanya.

Jembatan dengan lebar empat meter dan panjang tujuh meter itu sudah lama dibangun. Meskipun konstruksinya berbahan besi, tapi tidak cukup mampu menahan air sungai yangmeluap. ”Di bawah jembatan itu Sungai Kumbo, yang mengalir ke tiga desa, yakni Desa Cantuk, Gambor, dan Singojuruh,” ujarnya.

Sungai Kumbo itu, masih kata dia, meluap saat Sungai Badeng meluap pada Minggu (25/11). Aliran sungai ini juga membawa sejumlah material batu dan batang pohon. ”Banyak kayu yang terbawa saat banjir, plengsengan yang ada di sekitar jembatan tidak kuat menahannya,” paparnya.

Saat jembatan itu ambrol, terang dia, tidak ada korban. Rencananya, warga akan gotong royong untuk membuat jembatan darurat dari kayu dan bambu. ”Alhamdulillah, tidak ada rumah warga yang rusak juga,” ungkapnya.

Warga sudah melaporkan jembatan yang jebol itu ke pemerintah Desa Kemiri. Mereka berharap, jembatan yang dibuat warga pergi ke sawah itu lekas diperbaiki. ”Jembatan itu sangat berarti bagi warga untuk ke sawahnya,” jelasnya.

Sementara itu, petugas KORSDA Singojuruh wilayah Desa Kemiri Samad mengaku, air Sungai Kumbo itu memang meluap saat turun hujan deras pada Minggu (25/11). ”Debit air semua naik, sungai ini (Kumbo, Red) juga naik,” terangnya.

Samad menyebut jembatan yang jebol itu bukan jembatan utama. Itu hanya jembatan alternatif masyarakat yang akan ke sawah. ”Masih ada jembatan utama yang tidak jauh dari jembatan yang jebol itu,” jelasnya. (abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia