Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kades Sumberarum Berharap Sungai Badeng Dipasangi CCTV

01 Desember 2018, 13: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ali Nurfatono (kanan) meninjau sungai badeng yang sering dilanda banjir,

Ali Nurfatono (kanan) meninjau sungai badeng yang sering dilanda banjir, (DOK.RaBa)

Musim hujan selalu bikin pusing Kepala Desa Sumberarum Ali Nur Fatoni. Betapa tidak, gara-gara hujan deras, Sungai Badeng di Desa Sumberarum meluap.

Luapan tersebut membawa lumpur serta material berupa batu. Bagi Toni –sapaan akrabnya– fenomena seperti ini terus menimbulkan masalah karena desanya berada di daerah hulu yang dekat dengan pusat pemicu banjir.    

Mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu menyebutkan, akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu, sejumlah aliran irigasi kembali tertutup. Warga secara mandiri kemudian bergotong-royong melakukan pembenahan saluran tersebut.

Hal ini dilakukan sejak kerusakan yang terjadi pada banjir bandang beberapa bulan lalu. ”Dari pemerintah daerah belum ada, kita kerja bakti,” ucapnya.

Tidak hanya itu, beberapa petak pertanian juga terdampak luapan banjir. Namun, secara psikologis warganya relatif aman. Apalagi  warga Sumberarum sudah memiliki kesadaran tanggap bencana. Pihaknya sudah melengkapi masing-masing Kepala Dusun dan perangkat dengan radio handy talky (HT) untuk kemudahan komunikasi karena kendala sinyal seluler.

Untungnya, dari aliran sungai meliputi Badeng, Kumbo, Gumarang, dan Lider yang membelah desanya, semua terhitung jauh dari permukiman warga. Sehingga, saat banjir terjadi tidak langsung terdampak ke tempat tinggal. Kendati demikian, pihaknya telah mengimbau warganya agar tidak lengah. ”Masyarakat saya sudah tanggap menginformasikan kepada kerabat di bawah,” terangnya.

Dia juga meminta pemerintah daerah melalui SKPD terkait agar segera memasang CCTV di titik-titik pantau Sungai Badeng. Hal ini sesuai dengan rekomendasi tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung terkait pemantauan kondisi aliran Sungai Badeng.

Menurut Toni, jauh hari PVMBG sudah menyarankan agar memasang CCTV untuk memudahkan pemantauan. Selama ini, jika curah hujan tinggi, pihaknya harus memantau langsung ke lokasi hulu yang ada di atas tidak terkecuali jika malam hari. ”Kita berharap agar sinergi, CCTV segera dipasanglah, sampai kapan kita harus cek ke lokasi banjir seperti ini,” ungkapnya.

(bw/sli/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia