Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Simpan 9,65 Gram Sabu dan 10 Butir Ineks, Bos Konter HP Ditangkap

01 Desember 2018, 05: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MASUK BUI LAGI: Heryanto alias Aliong menunjukkan barang bukti sabu dan pil ekstasi miliknya di Mapolres Banyuwangi, Rabu (28/11).

MASUK BUI LAGI: Heryanto alias Aliong menunjukkan barang bukti sabu dan pil ekstasi miliknya di Mapolres Banyuwangi, Rabu (28/11). (Imron For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Masih ingat dengan Heriyanto alias Aliong, pria yang divonis enam bulan dalam perkara penipuan uang turnamen sepak bola Sunrise of Java (SoJ) 2015 lalu? Aliong, 35, kini berurusan dengan hukum lagi. Kali ini, Aliong ditangkap karena kasus kepemilikan sabu-sabu dan ekstasi.

Pria yang tinggal di Perumahan Taman Sutri Indah Blok B-10, Kelurahan Sobo ditangkap di parkiran Ruko 5A Perum Taman Laguna Residence, Lingkungan Sukowidi. Owner salah satu konter ponsel ternama di Banyuwangi ini ditangkap pada Selasa (27/11) pukul 23.00.

Kasat Narkoba AKP Imron mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menerangkan jika Aliong diduga memiliki serta menyimpan sabu-sabu. Atas informasi itu, polisi kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pada Selasa ( 27/11) pukul 23.00 dilakukan penggeledahan di dalam mobil yang dipakai Aliong. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari penangkapan tersebut, yakni tiga paket narkotika diduga jenis sabu berat kotor 9,65 gram dan10 butir pil ekstasi warna hijau logo XTC berat bersih 4,28 gram, dua buah kotak plastik, dan satu lembar kertas.

Barang bukti lainnya adalah satu buah kertas kresek warna hitam,  satu buah bekas bungkus rokok, satu buah potongan lakban warna hitam,  satu buah HP merek Samsung warna hitam, serta satu unit mobil Nissan Grand Livina warna hitam nopol P 1744 VJ.

Awalnya, polisi nyaris kecele dan tidak menemukan barang bukti dalam penggerebekan tersebut. Namun, anggota Satnnarkoba akhirnya menemukan sejumlah barang bukti yang disimpan pelaku dengan cara disembunyikan di dalam dashboard mobil tersebut. ”Jadi barang bukti kami temukan dari dalam dashboard agar tidak kelihatan petugas saat digeledah,” jelas Imron.

Tidak hanya sabu-sabu, petugas juga menyita pil ekstasi sebanyak 10 butir warna hijau logo XTC berat bersih 4,28 gram. Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Kita masih mengembangkan jaringan pelaku lainnya,” tandas Imron.

Tahun 2015, Aliong pernah tersandung kasus hukum. Dia dilaporkan melakukan penipuan dengan nominal Rp 200 juta terkait turnamen sepak bola Sunrise of Java (SoJ). Dalam persidangan yang berlangsung terbuka untuk umum tersebut, hakim menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan terhadap pengusaha cellular tersebut.

Kasus yang membelit Aliong berawal dari laporan Aji Santoso ke Mapolres Banyuwangi tanggal 6 Januari 2016. Kapasitas Aliong adalah penanggung jawab Turnamen Sunrise of Java Cup. Pembayaran fee pemain U-23 saat berlaga di turnamen yang telah digelar 29 Juli–3 Agustus 2015 lalu itu belum beres.

Nilainya mencapai Rp 200 juta. Sebagai bukti penguat laporan, Aji membawa selembar surat kesanggupan membayar yang ditandatangani Heriyanto alias Aliong di atas meterai tertanggal 3 September 2015. Namun, beberapa hari setelah pertandingan selesai, fee tak kunjung dibayar. Pria kelahiran Malang 6 April 1970 itu pun terpaksa mengeluarkan dana Rp 200 juta dari kocek pribadi sebagai talangan honor pemain.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia