Selasa, 18 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Poliwangi Distribusikan Mesin Sortir Jeruk

30 November 2018, 18: 48: 14 WIB | editor : Bayu Saksono

TEKNOLOGI: Galang Sandy Prayogo (kanan) menyerahkan mesin sortir jeruk kepada kelompok tani Rukun Makmur di Desa/Kecamatan Pesanggaran.

TEKNOLOGI: Galang Sandy Prayogo (kanan) menyerahkan mesin sortir jeruk kepada kelompok tani Rukun Makmur di Desa/Kecamatan Pesanggaran. (NURAINI LUSI FOR JPRG)

PESANGGARAN - Untuk mengoptimalkan hasil dan waktu para petani jeruk dalam proses sortir, tim Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang terdiri Galang Sandy Prayogo, S.T.,M.T, Mohammad Nur Shodiq S.T.,M.T, dan Driyanto Wahyu Wicaksono S.E.,M.ST, mendistribusikan mesin sortir jeruk siam kepada kelompok tani jeruk siam Rukun Makmur di Desa/Kecamatan Pesanggaran, kemarin.
Mesin sortir jeruk siam yang berkapasitas dua ton per jam itu, sebelumnya sudah diuji coba. Hasilnya, dengan menggunakan mesin sortir itu untuk penyortiran para petani hanya membutuhkan waktu singkat. “Mesin ini hanya membutuhkan satu orang operator untuk mengerjakannya,” ujar ketua pelaksana pembuat mesin sortir Jeruk siam, Galang Sandy Prayogo.
Galang menjelaskan terbentuknya mesin sortir jeruk siam itu, setelah melihat potensi Kabupaten Banyuwangi sebagai penghasil buah jeruk terbesar di Jawa Timur, salah satunya di wilayah Desa/Kecamatan Pesanggaran. “Ternyata masih ada permasalahan yang terjadi di tingkat para petani, yaitu proses pensortiran jeruk setelah panen,” katanya.
Selama ini, terang dia, para petani jeruk itu dalam pensortiran dilakukan secara manual. Dan itu memakan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Bahkan, proses itu memerlukan waktu yang lama dengan tenaga manusia yang banyak dan membutuhkan ketelitian. Itu bisa me­nim­bulkan kerugian besar. “Mengatasi itu, para petani diharapkan bisa menerapkan teknologi agar proses sortir berlangsung singkat, sehingga kualitas buah jeruk tetap terjaga,” paparnya.
Mesin sortir jeruk siam itu, masih kata dia, menggunakan sistem rotary. Itu merupakan inovasi baru dengan memanfaatkan sistem mekanik dan gaya gravitasi sebagai pendorong proses seleksi atau sortir. Dengan adanya mesin ini, dalam proses sortir biaya produksi bisa berkurang. Karena proses sortir jeruk yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia secara manual, digantikan dengan mesin sortir. “Penggunaan mesin ini sangat mudah, para petani tidak kesulitan untuk mengope­ra­sikannya,” ungkapnya.
Galang berharap masyarakat dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tentang bagai­mana mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu dengan menerapkan teknologi tepat guna dalam penanganan proses pasca panen buah jeruk, khusunya dalam mensortir buah jeruk.
Masyarakat sasaran yaitu petani jeruk di Desa/Kecamatan Pesanggaran, ternyata memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap pelaksanaan kegiatan dengan memberikan dukungan dan masukkan terkait teknologi alat sortir ini. “Kegiatan ini dapat meningkat pengetahuan, wawasan, dan keterampilan manajemen pengolahan buah jeruk. Serta dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi buah jeruk,” harapnya.

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia