Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Pegawai Universitas Terbuka Jember Ikrar Beri Layanan Terbaik

27 November 2018, 17: 15: 52 WIB | editor : Ali Sodiqin

Direktur UT Jember bersama Ahmad Muwafiq Saleh & Andi Ilham Hakim dari Insan Dinami Indonesia.

Direktur UT Jember bersama Ahmad Muwafiq Saleh & Andi Ilham Hakim dari Insan Dinami Indonesia. (UT Jember For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI-  Universitas Terbuka (UT) Jember menggelar ”Pelatihan Pelayanan Prima” untuk para pegawainya pada  24–25 November 2018 di Hotel New Surya, Jajag. Ikrar dan komitmen ini menjadi penyemangat bagi setiap pegawai untuk berubah dan melakukan yang lebih baik bagi UT Jember dengan memberikan layanan terbaik (excellent service) kepada mitra, pengguna jasa UT, dan publik serta sesama pegawai.

Direktur UT Jember Prof Dr Mohammad Imam Farisi MPd mengatakan, pelatihan diikuti seluruh pegawai UT Jember. Tujuannya untuk mengembangkan kesadaran dan sikap pegawai sebagai pelayan (servant) yang dilandasi oleh prinsip cepat, tepat, ramah, sederhana, jelas dan pasti, serta aman. ”Semua pegawai dari level terendah hingga unsur pimpinan, dari tenaga keamanan, pramubakti, hingga direktur kita ikutkan agar mereka memahami dan menyadari makna layanan prima sesuai dengan tupoksi masing-masing, dan menyadari kontribusi dan interkoneksi masing-masing layanan terhadap totalitas layanan UT,” tegas Prof Imam.

Pelayanan prima adalah layanan yang didasarkan pada kebutuhan klien bukan pada kemauan kita, dan layanan yang bisa memuaskan orang lain melampaui harapannya (beyond expectations). ”Hal terpenting dalam pelayanan prima adalah bagaimana mengubah keluhan menjadi keunggulan (how to change complaints be advantages),” ujar Ahmad Muwafiq Saleh, instruktur dari lembaga Insan Dinami Indonesia.

Setiap pegawai harus berani keluar dari rutinitas, kebiasaan, atau kelaziman. Karena masalah, keluhan, hakikatnya adalah sesuatu yang berada di luar situasi normal, di luar kebiasaan. ”Untuk mengatasinya, kita harus berpikir, bersikap, dan bertindak di luar kotak. Kita harus berani bekerja di luar comfort zone,” tandas Muwafiq.

Keluar dari kebiasaan tidak berarti melanggar peraturan, melainkan memberikan ruang yang lebih luas dan fleksibel kepada peraturan, untuk masuknya perspektif lain atau baru di dalam melihat masalah atau keluhan yang muncul. Menutup sesi pelatihan, Prof Imam berpesan kepada semua pegawai bahwa pelayanan prima perlu dimulai dengan cara mengubah pengertian dan kesadaran kita tentang siapa kita, dan siapa kita ditentukan oleh apa yang kita pikirkan tentang sesuatu (diri-sendiri, orang lain, pekerjaan, kantor, dll).

”We are what we think about. Apa yang kita pikirkan inilah yang akan menentukan apa, mengapa, dan bagaimana sikap dan tindakan kita selanjutnya kepada mitra, pengguna jasa UT, dan publik serta sesama pegawai. Semakin positif pikiran kita tentang diri-sendiri, orang lain, dan pekerjaan kita, maka lebih baik, dan semakin lebih baik layanan kita,” tegas Imam.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia