Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Pulau Wangi Boom Bakal Jadi Lokasi Privat, Seperti Ini Fasilitasnya...

24 November 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIPERDALAM: Alat berat melakukan pengerukan di laut yang ada di antara Kampung Mandar dan Pulau Wangi

DIPERDALAM: Alat berat melakukan pengerukan di laut yang ada di antara Kampung Mandar dan Pulau Wangi (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Tahap pengembangan landscape Marina Boom Banyuwangi yang dilakukan PT Pelindo Property Indonesia (PPI) sudah mencapai 80 persen. Saat ini, sejumlah aktivitas akhir proyek sedang dikerjakan menggunakan alat berat.

Pekerjaan yang terlihat cukup sibuk berada di sekitar jembatan pintu masuk pantai boom. Selain alat-alat berat yang terlihat terus mengeruk lumpur, beberapa pekerja terlihat memasang beberapa tiang pancang. Selain itu, di sekitar Pulau Wangi yang berbatasan langsung dengan Lingkungan Kampung Mandar juga dilakukan pengerukan dengan dua alat berat.

Manajer Area Bisnis PPI Banyuwangi Tanti Rosadi menjelaskan, sebelum tahun 2018 berakhir, PT PPI menargetkan beberapa sarana pembangunan Marina Boom tuntas. Seperti pekerjaan pembangunan one gate untuk pintu masuk di Pantai Boom.    

Pekerjaan pembangunan one gate sedang dikebut penyelesaiannya. Dalam pekerjaan ini, pintu masuk dan pintu keluar di desain terpisah. ”Jembatan yang sudah ada akan digunakan sebagai pintu masuk, sedangkan pintu keluarnya sedang dibangun,” ungkap Tanti Rosadi.

Selain pekerjaan one gate, fokus lainnya adalah mempercepat pengerukan di sekitar Pulau Wangi. Saat ini, perairan di antara Pulau Wangi dan permukiman warga mengalami pendangkalan cukup parah sehingga nelayan harus berputar jauh untuk melaut. ”Ini progres yang sedang kita kebut. Pulau Wangi nantinya kita putus jalurnya yang sebelah utara jadi nanti pulau ini terpisah dari permukiman warga, sama seperti jalan masuk. Ini kita target akhir Desember selesai,” ujar Tanti.

Pulau Wangi, lanjut Tanti, akan menjadi salah satu titik yang paling dikebut pengerjaannya. Setelah diputuskan dari jalur permukiman, nanti pembangunan fasilitas yang ada di dalam pulau seperti camping ground, mini zoo, resort, out bound, dan paint ball akan segera dirampungkan.

Pulau Wangi diproyeksikan akan menjadi lokasi untuk segmen privat yang dilengkapi dengan fasilitas mewah. Meski terkesan segmentif, Tanti memastikan pulau yang disebut warga sebagai Pulau Anjing karena dulu banyak anjing liar, tetap bisa diakses oleh masyarakat umum. ”Area Boom nanti akan jadi lokasi premium, jadi selama itu dikerjakan, pengunjung bisa menikmati fasilitas dan pantai yang ada di Pulau Wangi,” jelasnya.

Setelah diputuskan dari jalur permukiman warga, akses untuk ke Pulau Wangi, kata Tanti, akan dibuka melalui jembatan yang sedang dibangun sepanjang 7 meter. Jembatan itu berada di utara landscape letter pintu masuk Pantai Boom.

Untuk fasilitas yang ada di area Marina Boom, akan dibuat lebih besar, seperti hotel, mal, dan cinema akan dibangun di sana. Kawasan itu akan menjadi kawasan khusus yang hanya bisa dilalui pejalan kaki, atau menggunakan sepeda dan paddy car. ”Untuk fasilitas di sana bukan PPI yang membangun, kita juga membuka pintu untuk investor. Sementara ini sudah ada 10 investor yang mengajukan diri, tapi hanya dua hotel saja yang kemungkinan bisa dibangun. Saat ini masih tahap proses tender” tambahnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia