Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Ribuan Orang Meriahkan Festival Endhog-Endhogan di Banyuwangi

22 November 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MERIAH: Peserta FEE berjubel di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Mereka membawa hiasan berisi telur dan ancak.

MERIAH: Peserta FEE berjubel di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Mereka membawa hiasan berisi telur dan ancak. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Jalan raya depan kantor Pemkab Banyuwangi menjelma lautan ancak dan telur hias sore kemarin. Maklum, lima ”pasukan” pembawa jodang pelepah pisang yang dihias dan ditancapi telur yang berjalan serentak dari lima penjuru berkumpul di depan kantor pusat pemerintahan di Bumi Blambangan tersebut.

Ribuan orang, mulai kalangan pejabat, pelajar, maupun masyarakat umum pun tumplek blek di lokasi tersebut. Mereka bersama-sama melantunkan selawat.

Selanjutnya, pengunjung mendapat siraman rohani bertema Maulid Nabi Muhammad oleh Ustad Andi Hidayat. Usai mendengarkan ceramah agama, para pengunjung menyantap nasi ancak bersama-sama.

Ya, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Endhog-Endhogan (FEE) sore kemarin. Acara yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SWA, tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko dan para anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Selain itu, hadir pula para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Wabup Yusuf Widyatmoko mengatakan, FEE merupakan salah satu rangkaian Banyuwangi Indonesia Festival (B-Fest) 2018. ”Ini bukan sekadar perayaan. Ini menunjukkan rasa cinta kita kepada Rasulullah. Dan yang paling penting, kita mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, acara FEE diwarnai makan nasi ancak bersama-sama. Satu ancak dimakan oleh empat orang. ”Ini untuk mempererat silaturahmi dan rasa persaudaraan di antara kita,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustad Andi mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi sudah selayaknya dilakukan oleh umat muslim. ”Ini sebagai ekspresi cinta kita kepada Nabi Muhammad,” terangnya.

Menurut Ustad Andi, dengan menggelar peringatan Maulid Nabi, masyarakat Banyuwangi ”mengundang” Rasulullah Muhammad SAW hadir di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Allah tidak akan menurunkan bencana jika Rasulullah hadir di suatu tempat. Maka, dengan memperingati Maulid Nabi, kita mengundang Rasulullah untuk datang dan mengamankan Banyuwangi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, endhog-endhogan mengandung makna filosofi yang tinggi. Endhog alias telur memiliki tiga lapisan, yakni kulit, putih telur, dan kuning telur. Tiga lapisan tersebut sebagai simbol iman, Islam, dan ihsan.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia