Jumat, 22 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Banyuwangi Masuki Pancaroba, Suhu Panas Diprediksi Berakhir Desember

22 November 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENGHILANG PANAS: Warga membeli es campur di siang hari untuk mengurangi dampak cuaca panas yang terjadi sejak Oktober lalu.

PENGHILANG PANAS: Warga membeli es campur di siang hari untuk mengurangi dampak cuaca panas yang terjadi sejak Oktober lalu. (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Suhu panas dan lembap yang dirasakan sebagian masyarakat Banyuwangi sejak akhir Oktober lalu tampaknya masih berlangsung lama. BMKG Banyuwangi memprediksi kondisi tersebut akan terus terjadi hingga awal Desember mendatang. Hal tersebut disebabkan saat ini untuk wilayah Banyuwangi masih mengalami musim pancaroba.

Prakirawan BMKG Banyuwangi Beni Gumintar mengatakan, meski beberapa bagian wilayah di Banyuwangi seperti Banyuwangi bagian barat dan tengah sudah mulai musim hujan, akan tetapi kondisi sebenarnya Banyuwangi masih dalam musim peralihan. Sehingga, suhu terasa panas dan lembap pada pagi hingga siang hari.

Melihat dari data yang ditunjukkan satelit BMKG, suhu pada pagi hari berkisar antara 24 derajat Celsius hingga 27 derajat Celsius. Sedangkan di siang hari suhu bisa mencapai 33 derajat Celsius. ”Hujan bisa turun di malam dan dini hari. Cuma untuk relative humidity atau kelembapannya tetap kering,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, kondisi cuaca seperti saat ini bisa menimbulkan munculnya cuaca ekstrem. Di mana panas dan hujan lebat bisa terjadi secara tiba-tiba. Terutama untuk daerah yang berada di sekitar wilayah pantai. ”Cuaca seperti ini sudah terjadi sejak akhir Oktober, nanti diprediksi akan usai sekitar awal Desember, angin kencang juga bisa tiba-tiba terjadi di wilayah sekitar pantai,” terangnya.

Sementara itu, Ruli, salah seorang warga Kelurahan Kebalenan mengatakan, suhu panas cukup dirasakan di wilayah kota. Bahkan untuk mengurangi panas, dirinya hampir 24 jam penuh menghidupkan pendingin ruangan di dalam rumahnya agar anak-anaknya yang masih kecil tidak terganggu cuaca panas.

”Kalau di luar asal ada angin mungkin tidak terlalu terasa. Cuma kalau sudah tidak ada angin terasa sekali panasnya,” ujar bapak dua anak itu.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia