Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Fashion Show di Trotoar Dimeriahkan Melly Goeslaw

18 November 2018, 13: 20: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BATIK LOKAL: Para model kategori remaja tampil di ajang Fashion on Pedestrian di kawasan Taman Blambangan Banyuwangi. Jumat (16/11).

BATIK LOKAL: Para model kategori remaja tampil di ajang Fashion on Pedestrian di kawasan Taman Blambangan Banyuwangi. Jumat (16/11). (Tulus For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI - Gaung Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2018 membahana di kawasan Taman Blambangan, Jumat sore (16/11). Sebanyak 70 model berbalut adi-busana bermotif batik khas Bumi Blambangan unjuk kebolehan berlenggak-lenggok di atas trotoar atau pedestrian yang ”disulap” menjadi catwalk.

Ya, mengawali rangkaian BBF 2018, Pemkab Banyuwangi menggelar Fashion on Pedestrian, kemarin. Kali ini, para model menampilkan busana batik motif Gedegan yang merupakan salah satu di antara 20 lebih motif batik khas kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, event ini digelar untuk mengampanyekan pedestrian sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat, khususnya pejalan kaki. Selain itu, ajang ini digelar untuk memotivasi anak-anak muda agar terus berkarya dan bisa menyalurkan bakat dan kreativitasnya. ”Ajang ini juga menjadi panggung bagi desainer lokal. Sehingga mereka semakin terpacu untuk terus berkarya,” ujarnya.

Banyuwangi Fashion on Pedestrian juga dimaksudkan untuk mendorong enterpreneurship warga Banyuwangi. ”Ini adalah cara Banyuwangi untuk terus mendukung industri batik daerah sekaligus memberikan support karya-karya warga Banyuwangi,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz yang menyaksikan langsung ajang Fashion on Pedestrian bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) asal salah satu kabupaten di Jawa Tengah (Jateng), tersebut mengaku kagum dengan keterlibatan masyarakat dalam event yang digelar Pemkab Banyuwangi.

”Saya menyaksikan sendiri. Mulai anak-anak sampai orang dewasa ikut terlibat. Ini menunjukkan masyarakat mendukung dan merasa memiliki kegiatan-kegiatan yang digelar pemerintah. Ini yang akan saya bawa ke Rembang, yakni meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang digelar pemerintah,” akunya.

Hafidz mengaku kagum dengan penyelenggaraan Banyuwangi Fashion on Pedestrian. ”Ini cara unik namun mengena. Promosi pedestrian sebagai tempat yang nyaman bagi pejalan kaki. Juga mempromosikan batik khas Banyuwangi,” kata dia.

Selain itu, tidak ada pagar pemisah antara penonton umum dengan undangan Very Very Important Person (VVIP) yang terdiri dari bupati, wakil bupati, serta jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi. ”Dengan demikian, rakyat merasa dekat dengan pemimpinnya. Dengan demikian, rakyat akan lebih merasa memiliki dan terlibat dalam proses pembangunan,” tuturnya.

Di sisi lain, salah satu peserta, Nikmatul Diah Ningtyas, 15, mengaku senang bisa tampil di ajang Fashion on Pedestrian. ”Saya juga bangga bisa tampil di ajang ini,” ujar siswa kelas 9 SMP Bustanul Makmur, Genteng tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Pergadangan (Disperindag) Banyuwangi Sih Wahyudi mengatakan, setiap tahun BBF selalu konsisten mengangkat tema batik lokal Banyuwangi. ”Tahun ini tema yang ditampilkan batik Gedegan. Nanti malam batik festival juga dihadiri artis Melly Goeslaw ,” ujarnya.

Sebanyak 70 model yang tampil pada ajang Fashion on Pedestrian kemarin merupakan hasil audisi yang diikuti 240-an orang asal seantero Banyuwangi. ”Minat warga, terutama pencinta fashion ikut ajang ini sangat luar biasa besar,” pungkasnya.

Baca juga: Kaisar Seruduk Warung Lontong di Wongsorejo, Ini Penyebabnya...

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news