Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Pantau Regenerasi Atlet, Begini yang Dilakukan Taekwondo Banyuwangi

16 November 2018, 07: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BIBIT BARU: Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Banyuwangi digelar di aula SDN model.

BIBIT BARU: Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Banyuwangi digelar di aula SDN model. (Fredy Rizki/RaBa)

BANYUWANGI – Agenda rutin Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo, Rabu (14/11) kembali digelar. Sekitar 315 atlet dari 23 dojang yang tersebar di seluruh kabupaten Banyuwangi turun untuk memperebutkan medali dari 65 kelas yang dipertandingkan oleh Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi.

Ketua TI Banyuwangi Yanuar Pribadi mengatakan, kejuaraan rutin tersebut digelar oleh cabornya untuk melihat hasil pembinaan yang dilaksanakan oleh masing-masing dojang (perguruan) setiap tahunnya. Pada pertandingan tahun ini, dirinya melihat masih ada cukup banyak atlet yang turun di kelas kadet. Hal tersebut menurutnya membuktikan jika minat masyarakat terhadap olahraga bela diri asal Korea itu masih cukup tinggi. Selain itu dia juga melihat regenerasi di masing-masing dojang juga berjalan dengan maksimal.

”Jumlah untuk kelas kadet dari pada tahun lalu ada peningkatan meskipun tidak banyak. Ini menunjukkan tiap dojang selalu merekrut para atlet taekwondo baru,” ujar Yanuar.

Dikatakan, selain untuk melihat hasil binaan dojang, Kejurkab ini juga digunakan TI Banyuwangi sebagai acuan beberapa agenda kejuaraan berjenjang lainnya. Salah satunya Kejurnas Taekwondo yang akan digelar Desember mendatang.

Sebagian atlet yang terlihat paling siap juga akan dijadikan bidikan untuk mengikuti seleksi pra-pemusatan latihan yang kemungkinan akan digelar pada awal tahun depan. ”Nanti bulan Januari akan kita gelar latihan bersama. Seluruh atlet taekwondo kita undang. Nanti setelah itu kita umumkan siapa yang akan masuk seleksi pemusatan latihan. Kejurkab ini sendiri akan kita gelar selama dua hari, masing-masing kelas memperebutkan empat medali. Juara satu, dua, dan tiga bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan aturan yang diterapkan KONI untuk membatasi perpindahan atlet dari luar kabupaten pada kejuaraan multievent seperti Porprov, kata Yanuar, momen seperti Kejurkab ini akan benar-benar dimanfaatkan cabor untuk mencari bibit dan atlet terbaik. Hal ini menurutnya memiliki dampak positif karena atlet lokal memiliki peluang lebih besar untuk membela daerahnya.

”Makanya kali ini kejuaraan akan benar-benar kita amati hasilnya, nanti setelah masuk TC kita juga akan membuat inovasi baru dengan melibatkan psikiater. Jadi, tak hanya fisik dan teknik saja yang siap, mental atlet juga terbentuk,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia