Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Tali Pengaman Putus, Pekerja Tower Tewas Terjatuh

15 November 2018, 11: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TKP: Anggota Polsek Genteng  mendatangi lokasi terjatuhnya Bambang Hadi Purwanto, 45, di area tower Desa Setail, Genteng, Selasa (13/11).

TKP: Anggota Polsek Genteng mendatangi lokasi terjatuhnya Bambang Hadi Purwanto, 45, di area tower Desa Setail, Genteng, Selasa (13/11). (Krida Herbayu/RaBa)

GENTENG - Seorang pekerja tower untuk Base Transceiver Station (BTS) di Desa Setail, Kecamatan Genteng tewas mengenaskan setelah terjatuh dari ketinggian 45 meter, Selasa (13/11). Saat kejadian tersebut, korban sedang memasang perangkat di puncak menara.

Pekerja yang bernasib malang itu Bambang Hadi Purwanto, 32, warga Dusun Ndarungan, RT 4, RW4, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Ia meninggal karena mengalami luka serius di bagian kepala. Sebelum meninggal, korban sempat mendapatkan perawatan medis di RS Al Huda, Genteng.

Kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, ada empat orang pekerja yang memasang perangkat di tower BTS milik PT Daya Mitra Komunikasi. Saat memanjat tower yang tingginya sekitar 50 meter itu, tali pengaman yang dipakai korban rantas dan putus. ”Korban jatuh saat naik di ketinggian sekitar 45 meter,” terang Kapolsek Genteng Kompol Samsodin melalui Kanit Reskrim Iptu Puji Wahyono.

Saat tali pengaman itu putus, terang dia, korban sebenarnya masih mencoba bertahan dengan berpegangan erat. Diduga lantaran kehabisan tenaga, ia akhirnya pasrah dan jatuh melayang. ”Korban tidak sempat meminta tolong, karena jarak yang terlalu tinggi,” ungkapnya.

Tubuh korban akhirnya membentur bebatuan di bawah tower dengan posisi terlentang. Saat kejadian, ia masih sadar dan oleh tiga temannya dibawa ke RS Al Huda. ”Korban yang menderita luka parah pada kepala bagian belakang, tulang mulai pinggul, tulang belakang, dan bahu patah semua. ”Karena banyak mengeluarkan darah dan gegar otak, nyawa korban tidak dapat diselamatkan lagi,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, disebutkan jika insiden tersebut murni kecelakaan kerja. Dari keterangan saksi dan rekan kerja, korban ini ternyata baru kali pertama melakukan pekerjaan tersebut. Tali yang dikenakan korban itu putus, diduga karena badan korban yang besar hingga tidak kuat menahan beban. ”Tali itu biasanya digunakan untuk pekerja dengan berat badan kurang dari 55 kilogram, ini beban korban lebih dari 75 kilogram,” ungkapnya.

Kanit Reskrim meminta para pekerja berhati-hati saat akan melakukan aktivitas. Seluruh alat dicek terlebih dahulu dan tidak asal-asalan meminta pegawai melakukan pekerjaan di luar keterampilannya. ”Kami masih memeriksa saksi dan teman korban,” katanya. (abi/c1)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia