Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features
11 Bulan AKBP Donny Adityawarman di Banyuwangi

Bikin KTP Banyuwangi, Raih Wilayah Bebas Korupsi

14 November 2018, 10: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BUKTI CINTA BANYUWANGI: AKBP Donny Adityawarman menunjukkan KTP Elektronik sebagai bukti menjadi warga Banyuwangi.

BUKTI CINTA BANYUWANGI: AKBP Donny Adityawarman menunjukkan KTP Elektronik sebagai bukti menjadi warga Banyuwangi. (Dedy Jumhardiyanto/RaBa)

Genap sebelas bulan AKBP Donny Adityawarman menjabat Kapolres Banyuwangi. Waktu yang pendek tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk mengangkat nama Banyuwangi ke kancah nasional. Di tangan Donny, Polres Banyuwangi berhasil meraih Polres Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

DEDY JUMHARDIYANTO, Banyuwangi

Berdinas di Banyuwangi merupakan suatu anugerah yang tak pernah bisa dilupakan bagi Donny. Hal ini diungkapkan Donny ketika menemui sejumlah wartawan di teras depan ruang lobi Mapolres Banyuwangi.

Perwira menengah dengan dua melati di pundak itu seolah tak ada sekat dengan semua kalangan, termasuk dengan wartawan. Usai menggelar press release, Donny yang mengenakan seragam lengkap tak canggung bercengkerama dengan awak media. Seolah tak lagi ada sekat antara pejabat dengan rakyat.

Meski sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Polres Banyuwangi, pria kelahiran Surabaya ini duduk santai sambil lesehan bersama wartawan di teras ruang lobi. Bukan kali ini saja pemandangan itu terlihat, sebelumnya dia selalu akrab dengan para wartawan yang ngepos di Polres.

Tak heran, jika kedekatannya itu juga dirasakan sejumlah wartawan yang bertugas di Banyuwangi. Sembari duduk lesehan, Donny berdialog santai sesekali juga bercanda dan tertawa lepas. Meski hanya hitungan menit, kegiatan gesah santai itu dimanfaatkan untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya dari para awak media yang setiap hari rutin tugas di lapangan melaksanakan liputan.

Donny mengaku, momentum bertemu dengan wartawan adalah saat yang langka dan selalu ditunggu. Dari awak media itulah dia justru menyerap masukan, saran, dan kritik, termasuk jika ada anggota Polri yang sering meninggalkan tugas.

Dari kedekatan dengan awak media itulah, Donny banyak mendapatkan bahan, informasi awal yang kadang juga luput dari pantauan anggotanya. Informasi awal itulah yang kemudian dikembangkan untuk ditindaklanjuti.

Bagi Donny, bisa bertugas di Banyuwangi bukanlah kebetulan belaka. Apalagi, sejak datang di Bumi Blambangan menggantikan AKBP Agus Yulianto pada 4 Desember 2017 lalu. Kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini juga tengah naik daun dan kerap menjadi kabupaten percontohan nasional.

Belum lagi, jumlah kunjungan yang sangat tinggi seiring dengan adanya Bandar Udara Banyuwangi di Blimbingsari. Tidak hanya kunjungan wisatawan, melainkan juga kedatangan pejabat tinggi negara yang terus silih berganti. Tingginya aktivitas itulah yang membuatnya harus selalu siaga.

Belum lagi dengan pengamanan sejumlah objek vital nasional (obvitnas) dan event pariwisata yang hampir setiap bulan selalu digelar. ”Memimpin di Banyuwangi adalah sebuah pengalaman dan tantangan besar,” ungkap mantan Kapolres Trenggalek tersebut.

Hitungan 11 bulan adalah waktu yang singkat. Namun dalam waktu kurang dari setahun itu, dia terus berusaha mengimbangi kemajuan dan prestasi yang diraih Pemkab Banyuwangi, tentu dengan inovasi pelayanan yang memuaskan masyarakat.

Terobosan yang dilakukan adalah meluncurkan pelayanan berbasis android. Seperti di antaranya e-Loss, yakni pelayanan laporan kehilangan secara online berbasis android. Inovasi ini mempermudah dan mempercepat laporan kehilangan.

Ada juga e-SKCK, yakni pelayanan pengurusan SKCK secara online serta banyak terobosan inovasi pelayanan masyarakat lainnya yang terus ditingkatkan. Yang paling mencolok dan sangat terasa adalah perbaikan ruang pelayanan pada Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas). Ruang tunggu pelayanan yang sebelumnya sempit, panas, dan kurang nyaman langsung ditutup pada bagian atap dan dinding serta diberikan penyejuk ruangan (AC).

Tidak hanya itu, selain ruang tunggu yang nyaman full AC, di lokasi Satpas juga tersedia ruang laktasi atau ruang khusus ibu menyusui, ruang bermain anak, fasilitas untuk penyandang disabilitas, serta tempat charge ponsel. Ada juga pojok baca yang memungkinkan para pemohon pelayanan bisa membaca buku sembari menunggu pelayanan SIM dan SKCK di Polres Banyuwangi.

Ruangan yang semula panas dan sempit disulap menjadi ruangan yang sejuk, ramah, dan nyaman. Begitu pula dengan ruang pelayanan tamu yang berada di ruang lobi Polres Banyuwangi. Ruangan tersebut awalnya hanya terdapat kursi dan ruang tunggu biasa.

Sejak dia menjabat, ruang lobi mulai diubah dengan penataan ruangan yang nyaman dengan dilengkapi AC, kursi sofa empuk, televisi, dan penerima tamu yang cantik dan ramah. Bagi setiap tamu yang datang akan dibuat kerasan, apalagi dengan suguhan minuman dan jajanan kue khas Banyuwangi seperti bagiak, rengginang, dan klemben.

Selama bertugas, Donny juga mempersembahkan bangunan gedung berlantai dua yang berada di sebelah barat halaman parkir dalam Polres Banyuwangi. Gedung baru itu dibangun persis di atas ruang rumah tahanan (rutan) Polres Banyuwangi bersamaan dengan renovasi ruang rapat Rupatama. Semua dirombak total, termasuk lorong yang berada di lantai dua depan pejabat utama. Penataan interior yang mewah dan berkelas.

Bukan sekadar bangunan fisik yang telah ditinggalkan selama bertugas. Donny juga telah mempersembahkan prestasi yang selama ini menjadi idaman yakni meraih zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK).

Sebuah prestasi yang membanggakan, karena raihan prestasi tersebut akan mempengaruhi tunjangan dan remunerasi para perwira dan pejabat di Mapolres Banyuwangi. Donny juga telah mengupayakan pembangunan Satpas di areal tanah seluas dua hektare yang ada di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi.

Pembangunan Satpas itu juga akan segera terealisasi dengan kucuran anggaran sebesar Rp16 miliar langsung dari Korlantas Mabes Polri. ”Apa yang kami lakukan adalah untuk keberlangsungan dan kelanjutan masyarakat Banyuwangi,” ujar suami Selvi ini.

Bukti kecintaannya terhadap Banyuwangi, diwujudkan dengan membuat KTP elektronik sebagai warga yang bertempat tinggal Banyuwangi. ”Sepanjang saya bertugas sejak dari Jakarta, baru kali ini saya membuat KTP di tempat saya bertugas, dan ini sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian dari Banyuwangi,” tandasnya sambil menunjukkan KTP miliknya.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia