Selasa, 15 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ribuan Bibit Ikan Kerapu Ditebar di Fish Apartment Bulusan

10 November 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SUSTAINABLE FISHING: Dinas Kelautan menyiapkan penyebaran 8.000 ikan kerapu di Pantai Tanjung Batu, Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kamis (8/11)

SUSTAINABLE FISHING: Dinas Kelautan menyiapkan penyebaran 8.000 ikan kerapu di Pantai Tanjung Batu, Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kamis (8/11) (Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi For RaBa)

Share this          

KALIPURO – Setelah menenggelamkan 210 fish apartment di Pantai Tanjung Batu, Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, kemarin (8/11) Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi menebar 8.000 bibit ikan kerapu di lokasi yang sama.

Bibit ikan tersebut dibawa oleh penyelam masuk ke dalam fish apartment sebelum dikeluarkan dari plastik pembungkus.

Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Pangan Hari Cahyo Purnomo mengatakan, pelepasan bibit ikan itu adalah kelanjutan dari program Sumber Daya Ikan Lestari dan Pengayaan Sumber Daya Ikan di Laut yang dijalankan Dinas Kelautan Provinsi Jatim melalui Dinas Kelautan dan Pangan.    

Pelepasan itu sendiri sengaja menanti fish apartment yang dilepas 34 hari lalu telah ditumbuhi lumut dan kerak laut agar bibit kerapu bisa tinggal di dalam fish apartment. ”Wilayah ini awalnya kering, ada laut tapi tidak ada banyak ikan di dalamnya. Dengan fish apartment ini dan bibit ikan yang kita tebar, nanti diharapkan akan muncul kehidupan baru di lokasi ini,” jelas Hary.

Dia menambahkan, keberadaan bibit kerapu itu sendiri selain untuk menciptakan kehidupan bagi ikan-ikan kerapu. Nantinya diharapkan juga memancing jenis-jenis ikan lainnya untuk tertarik tinggal di sana.

Sesuai teori mata rantai makanan di laut, ikan-ikan akan memakan ikan yang lebih kecil, begitu seterusnya hingga yang paling besar. Setelah tercipta kehidupan ikan di fish apartment ke depan diharapkan akan memancing tumbuhnya kuantitas ikan di perairan tersebut. ”Untuk radius seratus meter dari fish apartment nanti akan menjadi zona satu. Jadi, tidak boleh ada aktivitas penangkapan di sana. Baru di luar zona itu yang boleh dimanfaatkan,” kata Hary.

Itu pun, lanjut Hary, dengan penangkapan terbatas seperti pancing. Nanti masyarakatlah melalui KUB Nelayan dan Pokwasmas yang akan melindungi. Terkait berapa lama fish apartment bisa memancing kehidupan ikan di sekitar perairan Bulusan, Hary mengatakan semuanya berlangsung bertahap. Biasanya di tahun pertama akan menjadi tahun perkembangan bagi ikan. Kemudian baru pada tahun kedua akan mulai tampak perkembangan kehidupan di perairan sekitar fish apartment.

Biasanya pada tahun kedua, hasil ikan bisa mulai dimanfaatkan. ”Nanti akan tetap kita pantau setiap tiga bulan sekali, yang kita bentuk ini sustainable fishing. Jadi para nelayan bisa memiliki wilayah penangkapan berkesinambungan, mereka tidak usah jauh-jauh mencari ikan,” tandasnya.

(bw/fre/ics/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia