Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Gara-gara Tak Punya KIS, Nenek Asal Banyuwangi Ini Tak Kunjung Dirawat

Kamis, 08 Nov 2018 09:50 | editor : Ali Sodiqin

KURUS: Istianah (kanan) dengan tubuh kurus masih dirawat di rumahnya Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Selasa (6/11).

KURUS: Istianah (kanan) dengan tubuh kurus masih dirawat di rumahnya Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Selasa (6/11). (Bagus Rio/RaBa)

SRONO - Nasib Istianah, 45, semakin memprihatinkan. Dengan kondisi yang terus melemah, warga Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, hanya bisa dirawat di rumahnya.

Istianah yang tinggal bersama ibunya Samiah, 75, belum bisa dirawat di rumah sakit karena tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Saya tidak punya KIS, hanya ibu saya yang punya,” ujar Istianah.

Istianah mengaku masih diusulkan rujukan oleh pemerintah desa agar bisa dilakukan pemeriksaan di rumah sakit. Sambil menunggu pengusulan itu, ia oleh kepala Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Sumarno, diminta untuk menunggu di rumah. “Saya menunggu di rumah,” katanya.

Istianah menyampaikan selama ini bekerja di Bali sebagai pengepul barang rosokan. Saat bekerja itu, kondisinya sehat. “Saya tidak punya anak, sedangkan suami meninggal sejak tiga tahun lalu,” ujarnya.

Dua bulan lalu, terang dia, ia pulang dan langsung sakit. Gejala pertama yang dialami mual dan tidak mau makan, sakit kepala, demam, sakit tenggorokan, dan luka pada mulut. “Batuk-batuk juga sering, bahkan sering diare,” paparnya.

Gejala itu, masih kata dia, tidak pernah diperiksakan ke rumah sakit atau Puskesmas. Sebab, tidak memiliki biaya untuk pemeriksaan. “Saya biarkan, soalnya saya tidak ada biaya sama sekali,” ungkapnya.

Kondisinya semakin parah pada 10 hari lalu. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk berdiri dan jalan, sulit dan sering jatuh. “Saat ini hanya bisa tidur saja, kalau mau makan minta tolong ke ibu untuk diambilkan,” jelasnya.

Kepala Desa Sumbersari, Khamdan mengaku sudah berupaya merujuk Istianah ke rumah sakit. Tetapi, kini masih membuatkan BPJS. “Kita hanya bisa membantu membuatkan rekomendasi untuk membuat BPJS, untuk KIS itu dari pusat,” katanya.

Khamdan mengatakan masih mencari data kependudukan milik Istianah. Dan itu, tidak bisa cepat dilakukan. “Kami butuh waktu untuk menanganinya,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, kondisi warga miskin di Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, ini sungguh memprihatinkan. Selain tinggal di rumah gedhek, ibu dan putrinya Samiah, 75, dan Istianah, 30, kini sama-sama sakit.

Samiah yang kondisinya sudah berusia lanjut itu, mengeluh sering linu, pegal, dan batuk-batuk. Sedang putri semata wayangnya, tubuhnya semakin kurus dan lemah. “Kondisi ini (Istianah) sudah dua bulan, saya tinggal disini bersama anak ini saja,” terang Samiah. (abi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia