Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Produktivitas Buah Naga Banyuwangi Terus Meroket, Begini Caranya...

Rabu, 07 Nov 2018 11:25 | editor : Ali Sodiqin

Ladang buah naga di Kertosari, Banyuwangi, dipasangi lampu di malam hari. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan buah.

Ladang buah naga di Kertosari, Banyuwangi, dipasangi lampu di malam hari. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan buah. (Ramada Kusuma/RaBa)

DIAKUI atau tidak, teknik penyinaran lampu yang diterapkan petani buah naga berhasil meningkatkan produktivitas. Setidaknya itu terbukti dari peningkatan jumlah panen dragon fruit tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Pemasangan lampu di area lahan tanaman buah naga bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman tersebut. Untuk perkembangan bunga, tanaman buah naga butuh sinar matahari yang cukup sekitar 12 jam per hari. Namun, tidak dapat dimungkiri, tidak setiap hari cuaca cerah. Saat cuaca mendung, misalnya, maka tanaman buah naga tidak mendapat sinar matahari yang cukup. Nah, saat inilah lampu dibutuhkan memberikan penyinaran yang cukup.

Sementara itu, sejak pemasangan lampu diterapkan para petani buah naga di Banyuwangi, hasil panen buah naga terbukti meningkat. Dari data Dinas Pertanian (Disperta) Banyuwangi di tahun 2013 dengan total luas tanaman buah naga di Banyuwangi mencapai 678,7 hektare (ha), menghasilkan jumlah produksi sebanyak 16.630 ton. ”Artinya, produktivitas buah naga di Banyuwangi kala itu mencapai 245 kuintal per ha,” ujar Kepala Disperta Banyuwangi Arief Setiawan.

Sementara itu, di tahun 2015, total luas lahan tanaman buah naga meningkat menjadi 1.213,3 ha. Sedangkan jumlah produksi buah naga sebanyak 30.454 ton atau setara 251 kuintal per ha.

Beranjak ke tahun 2016, luas tanaman buah naga kembali meningkat menjadi 1.275,5 ha. Pada periode yang sama, total produksi buah naga di Bumi Blambangan meningkat menjadi 39.990 ton. Artinya, produktivitas tanaman buah naga di Banyuwangi tahun 2016 mencapai 313,5 kuintal per ha.

Tren peningkatan produktivitas buah naga berlanjut di tahun berikutnya. Pada 2017, luas tanaman buah naga di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tidak mengalami perubahan dibanding 2016, yakni mencapai 1.275,5 ha. ”Meski demikian, total produksi buah naga selama 2017 mencapai 42.349 ton. ”Angka ini menunjukkan produktivitas tanaman buah naga di tahun 2017 mencapai 332 kuintal per ha,” pungkas Arief.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia