Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Yang Beda dari Ajang Painting and Photography Exhibition di Banyuwangi

Rabu, 07 Nov 2018 06:00 | editor : Ali Sodiqin

GANDRUNG: Pengunjung menikmati keindahan karya lukis dan fotografi di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi.

GANDRUNG: Pengunjung menikmati keindahan karya lukis dan fotografi di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RaBa)

Gedung Wanita Paramitha Kencana menjelma miniatur Banyuwangi. Beragam destinasi dan atraksi wisata, seni-tradisi, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat ditampilkan di tempat itu. Namun dalam bentuk lukisan, foto, dan hingga patung.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

RIBUAN penari gandrung beraksi di halaman depan sisi utara. Di sisi yang lain, beberapa perempuan sibuk menyangrai kopi. Ada tradisi kebo-keboan. Agak ke dalam, tepatnya di dekat pintu masuk Gedung Wanita Paramitha Kencana, pengunjung disuguhi Pulau Merah dan Hutan De Djawatan.

Bukan gandrung sesungguhnya. Apalagi Pulau Merah atau De Djawatan asli. Atraksi seni, destinasi wisata, atau kehidupan masyarakat, itu ditampilkan dalam bentuk foto. Indah sekali.

Begitu masuk ke gedung utama, pengunjung disambut karya seni yang tidak kalah indah. Sama halnya dengan karya foto, tema yang diangkat dalam karya lukis ini juga beragam. Bahkan, ada pula lukisan yang menggambarkan kehidupan bawah laut.

Ya, di Gedung Wanita Paramitha Kencana tersebut tengah digelar ajang pameran karya seniman-seniman Banyuwangi. Mengangkat tajuk Banyuwangi Painting and Photography Exhibition, ajang ini telah dibuka Sabtu (3/11) dan bakal berakhir pada 11 November mendatang.

Di tempat ini pengunjung bisa menyaksikan 104 karya lukis dan 120 karya foto. Belum cukup sampai di situ, pengunjung juga disuguhi belasan karya patung. Karya-karya tersebut ditata menarik, sehingga pengunjung bisa menikmatinya dengan nyaman.

Para seniman yang terlibat dalam pameran seni antara lain S. Yadi K, Mozez Misdy, Mohammed, Joko Sutrisno, Ilyasin, dan Awiki. Tidak ketinggalan juga sejumlah fotografer Banyuwangi.

Salah satu pengunjung, Fendy Gunawan, 25, mengaku sangat terkesan dengan karya-karya seni yang ditampilkan. Termasuk foto-foto karya fotografer Banyuwangi. ”Melihat foto-foto yang ditampilkan, saya seolah-olah diajak mengeksplorasi Banyuwangi dari ujung selatan sampai ujung utara,” ujarnya.

Menurut Fendy, semua karya seni yang dipamerkan di ajang itu sangat indah. Namun, di antara karya-karya indah tersebut, dirinya paling berkesan dengan foto bertema Gandrung Sewu. ”Selain mengangkat tradisi lokal, komposisi warna foto ini sangat keren. Ada warna merah, emas, biru, dan lain-lain,” kata dia.

 Usut punya usut, pameran ini masuk dalam rangkaian Banyuwangi Indonesia Festival (B-Fest). Ajang ini sengaja digelar sebagai panggung bagi seniman dan fotografer untuk menampilkan karya-karyanya. Selain itu, melalui ajang ini diharapkan muncul seniman-seniman baru di Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pameran yang rutin digelar ini juga sebagai sarana memproduksi seniman-seniman baru di Banyuwangi. ”Pameran ini memberi ruang bagi seniman muda untuk menampilkan karyanya. Harapan kami, dengan rutin digelar akan melahirkan seniman-seniman baru dengan karya-karya yang menarik. Kami juga berharap, pameran ini menjadi sarana para seniman berdiskusi dan bertukar pikir untuk perkembangan seni Banyuwangi ke depan,” ujarnya.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat berbagai karya pelukis terkenal S. Yadi K, Mozes Misdy, hingga Awiki. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa membeli lukisan yang dipamerkan tersebut.

Harganya variatif. Seperti karya pelukis Ilyasin dengan lukisan gandrung klasik dilelang dengan harga Rp 7 Juta. Ada juga lukisan di atas kanvas berukuran 150 x 100 cm karya Awiki berjudul Bunga Kana yang ditawarkan dengan harga Rp 350 juta. ”Lukisan ini memang istimewa, milik pelukis Awiki. Seorang pelukis hebat dari Banyuwangi yang karyanya sangat diminati para kolektor,” kata Ilyasin, koordinator pelukis.

Awiki adalah seorang pelukis dengan keterbatasan indra penglihatan. Namun, dia dapat menghasilkan karya-karya lukis yang tak kalah bagusnya dengan perupa-perupa lain.

Selain karya lukis, para pengunjung bisa melihat karya para fotografer Banyuwangi. Mereka semua berhasil merekam keindahan Banyuwangi dalam sebuah frame.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia