Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

Dosen Stikes Presentasi Hasil Penelitian pada Konferensi Internasional

Selasa, 06 Nov 2018 18:26 | editor : Ali Sodiqin

FOTO BERSAMA: Dosen Keperawatan Stikes Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas MKep usai mempresentasikan hasil penelitian di Aceh Konferensi Internasional

FOTO BERSAMA: Dosen Keperawatan Stikes Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas MKep usai mempresentasikan hasil penelitian di Aceh Konferensi Internasional (Stikes BWI For RaBa)

Dosen Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi ditunjuk sebagai presenter penelitian pada ”Aceh International Nursing Conference” pada 25–27 Oktober 2018. Penelitian yang dibahas ialah Concept Analysis of Mindfulness based on Islam Religion.

Konferensi berlangsung di Hotel Kyiard Muraya Aceh, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari empat negara, yakni Norwegia, Finlandia, Jepang, dan Indonesia.

Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas MKep yang merupakan dosen keperawatan di kampus pencetak tenaga kesehatan itu mewakili tim peneliti melakukan presentasi penelitian. Tujuannya untuk memublikasikan artikel jurnal internasional yang terindeks Thomson. ”Dari konferensi ini, juga dapat meningkatkan angka kredit kinerja dosen bagi Stikes Banyuwangi,” kata Yanuar.

Menurut pria yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Diponegoro tersebut, tenaga pendidik atau dosen wajib melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu unsurnya yakni penelitian. ”Dosen tidak melulu mengajar, dengan melakukan penelitian akan banyak ilmu baru yang didapatkan, serta meng-up date bahan ajar untuk mahasiswa,” imbuhnya

Ketua Stikes Banyuwangi Dr H Soekardjo mengaku senang, salah satu dosen Stikes yang mantan mahasiswa Stikes itu, dapat menjadi presenter pada konferensi internasional. Tidak hanya berdampak pada penelitiannya, melainkan juga akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di Stikes.

Harapannya, ilmu-ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada dosen lainnya dan mahasiswa. ”Saya juga berharap, dosen yang lain dapat termotivasi untuk terus melakukan penelitian baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Soekardjo.

(bw/*/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia