Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pecah Telur, 11 Peserta Seleksi CPNS Banyuwangi Lolos Passing Grade

Selasa, 06 Nov 2018 11:40 | editor : Ali Sodiqin

WAJAH-WAJAH TEGANG: Peserta tes CPNS antre menunggu giliran mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di kantor BKD Banyuwangi, Minggu (4/11).

WAJAH-WAJAH TEGANG: Peserta tes CPNS antre menunggu giliran mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di kantor BKD Banyuwangi, Minggu (4/11). (Sigit Hariyadi/RaBa)

BANYUWANGI - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Banyuwangi "pecah telur". Untuk kali pertama sejak digelar mulai Kamis (1/11), peserta yang berhasil mencapai ambang batas minimal nilai dalam satu sesi tembus dua digit.

Momen itu terjadi pada sesi ketiga pelaksanaan SKD CPNS hari keempat di kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi kemarin (4/11). Pada sesi ini, sebelas orang di antara 59 peserta berhasil mencapai passing grade (PG) sebagaimana diatur Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 37 Tahun 2018.

Sedangkan pada dua sesi sebelumnya, jumlah peserta yang mencapai ambang batas minimal “hanya” enam orang. Rinciannya, di antara 54 peserta sesi satu, yang mencapai PG dua orang. Pun demikian di sesi dua. Di antara 45 peserta seleksi, yang mencapai ambang batas minimal empat orang.

Di sesi keempat, jumlah peserta SKD yang berhasil mencapai PG kembali menurun. Kali ini, di antara 60 peserta tes, jumlah peserta yang mencapai ambang batas minimal nilai sebanyak lima orang.

Sekadar diketahui, pada tiga hari pelaksanaan SKD sebelumnya, total peserta yang mencapai PG sebanyak 43 orang. Rinciannya, peserta seleksi hari pertama yang mencapai ambang batas sebanyak 19 orang, hari kedua 13 orang, dan hari ketiga 11 orang. Artinya, total peserta SKD yang berhasil mencapai PG hingga pelaksanaan tes hari keempat sesi keempat kemarin sebanyak 65 orang.

Sementara itu, ada banyak cara yang dilakukan calon peserta SKD untuk menunggu giliran mengikuti ujian. Ada belajar dengan membaca buku latihan soal atau memanfaatkan ponsel pintar. Ada pula yang memilih membaca ayat suci Alquran.

Seperti dilakoni peserta asal Pasuruan, Puput Rahayu. Sembari menunggu giliran mengikuti SKD, perempuan berusia 23 tahun ini memilih membaca Surat Yasin. “Saya sudah belajar. Bagi saya, membaca Surat Yasin ini juga bagian dari ikhtiar. Lolos atai tidak, itu sudah diatur oleh Allah,” ujarnya.

Puput mengaku ini bukan pengalaman pertama dirinya mengikuti seleksi CPNS. Tahun lalu dia juga mengikuti seleksi serupa, tepatnya seleksi CPNS pada Kementerian Kesehatan RI. Namun kala itu dia gagal lolos. “Tahun ini saya coba lagi. Saya melamar untuk formasi perawat terampil di Pemkab Banyuwangi,” pungkas alumnus Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan tersebut.

Sekadar diketahui, pada rekrutmen CPNS kali ini, Pemkab Banyuwangi mendapat kuota sebanyak 600 formasi. Rinciannya, formasi tenaga honorer K-2 sebanyak 177 orang, guru sebanyak 171 orang, tenaga kesehatan 188 orang, dan tenaga teknis lainnya sebanyak 64 orang.

Di sisi lain, jumlah pelamar lowongan CPNS di Banyuwangi tersebut mencapai 5.122 orang. Di antara total tersebut, jumlah pelamar yang berhasil lolos seleksi administrasi sebanyak 3.279 orang. Nah, sebanyak 3,279 pelamar inilah yang berhak mengikuti SKD yang digelar sejak 1 November lalu.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia