Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Gaet Wisatawan, Banyuwangi Jualan Tari Gandrung di Belgia

Selasa, 06 Nov 2018 08:30 | editor : Ali Sodiqin

PROMOSI DI BELGIA : Ribuan penari gandrung tampil pada Festival Tari Gandrung di Pantai Wisata Boom, Banyuwangi pada 20 Oktober 2018.

PROMOSI DI BELGIA : Ribuan penari gandrung tampil pada Festival Tari Gandrung di Pantai Wisata Boom, Banyuwangi pada 20 Oktober 2018. (Ramada Kusuma/RaBa)

BANYUWANGI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Belgia akan ambil bagian untuk promosi pariwisata dan produk pertanian Banyuwangi di Eropa. Dua pejabat utama KBRI di Brussels, Belgia, sudah bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas Sabtu lalu (3/3).    

Kedatangan pejabat KBRI Belgia itu untuk melakukan persiapan teknis.  Pejabat KBRI yang datang adalah Atase Perdagangan KBRI Brussels Meri Astrid Indriasari dan Atase Pertanian KBRI Brussels, Wahidah Maghriby.  “Potensi wisata Banyuwangi layak untuk ditawarkan di Belgia pada khususnya dan Eropa pada umumnya,” ujar Meri

Wahidah menambahkan, Banyuwangi yang mengedepankan nilai-nilai lokalitas budaya dan keindahan panorama alamnya bakal menjadi daya tarik bagi wisatawan Eropa. “Wisman dari Eropa menyukai seni-budaya dan keindahan alam. Banyuwangi menyajikan semua itu, termasuk ada pesona agrowisatanya,” cetusnya.

Ada dua hal yang dibidik KBRI Brussels, yaitu Tari Gandrung dan Kawah Ijen, untuk dipasarkan di Eropa. “Brussels menjadi tempat pemasaran yang strategis. Kota ini menjadi pusat Uni Eropa. Sehingga menjadi jujugan negara-negara di Eropa,” kata Wahidah.

Dia mengatakan, KBRI Brussels menjalin sinergi yang erat dengan pengelola Pairi Daiza, sebuah destinasi unggulan di Belgia yang setiap tahun dikunjungi sedikitnya 1 juta orang. Selain itu, di Belgia juga rutin digelar Festival d’Indonesia.

KBRI Brussels juga memiliki House of Indonesia, etalase permanen produk-produk Indonesia. Ke depan, produk unggulan Banyuwangi, seperti cokelat, kopi, pertanian organik, dan perikanan juga akan ditampilkan di tempat itu.

Bupati Anas menyambut gembira upaya pemasaran pariwisata daerahnya ke Eropa. Sebelumnya, dengan difasilitasi Kemenlu dan Kementerian Pariwisata, Banyuwangi juga dipromosikan ke Amerika Serikat, Inggris, sampai Rusia saat Piala Dunia 2018 berlangsung. “Eropa memang pasar yang bagus. Selama ini, dari sekitar 100.000 wisatawan asing yang ke Banyuwangi, lebih dari separuhnya ke Kawah Ijen, dan itu didominasi turis Eropa terutama Perancis,” ujarnya.

Berdasar data BPS, pada 2017, turis Eropa yang melancong ke Indonesia mencapai sekitar 1,75 juta. “Kita ingin dapat 5 persennya saja atau sekitar 87.000 turis. Dan promosi ke Belgia ini menjadi salah satu jalan. Terima kasih atas dukungan Kemenlu yang sangat luar biasa dalam mendorong daerah untuk go global,” ujar Anas.

Wisatawan Eropa, lanjut Anas, punya keunggulan tersendiri. Berdasar riset Kemenpar, rata-rata turis Eropa mengeluarkan uang mencapai US$1.538 (sekitar Rp23 juta) per wisatawan per kunjungan, melampaui wisatawan Tiongkok yang hanya US$1.019 (sekitar Rp 15 juta) per wisatawan per kunjungan.

(bw/sgt/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia