Selasa, 20 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Harga Telur Naik Rp 20 Ribu, Tradisi Jelang Maulid?

Selasa, 06 Nov 2018 07:25 | editor : Ali Sodiqin

HARGA NAIK: Pedagang Pasar Blambangan menata telur yang dijual secara eceran kepada pembeli

HARGA NAIK: Pedagang Pasar Blambangan menata telur yang dijual secara eceran kepada pembeli (Shulhan Hadi/RaBa)

BANYUWANGI – Lima belas hari menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, harga telur di sejumlah pasar di Banyuwangi mulai merangkak naik. Lonjakan harga telur cukup signifikan sekitar Rp 2000 atau naik menjadi Rp 20 ribu dari harga sebelumnya Rp 18 ribu per kilogram (kg).

Di Pasar Blambangan minggu lalu, harga telur masih normal dalam kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 18,5 namun saat ini harga penjualan sudah mencapai Rp 20 ribu. Kenaikan cukup signifikan ini hanya terjadi pada telur saja, sedangkan kebutuhan pokok lainnya kenaikkan relatif kecil. "Sekarang telur naik cukup tinggi, lainnya tetap. ini sepertinya terpengaruh cuaca,” ujar Wawan 35,salah seorang pedagang.

Wawan menyebutkan, harga kacang-kacangan seperti tolo masih sama dengan harga beberapa waktu lalau, yakni RP 20 ribu per kilogram. Kacang ijo Rp 18 dan kedelai Rp 10 ribu. "Semua masih sama dengan beberapa waktu sebelumnya,” jelasnya.

Liswati, pedagang lainnya, mengungkapkan tidak hanya telur ayam yang naik, hampir semua telur mengalami kenaikan. Seperti telur bebek naik jadi Rp 20 ribu dari sebelumnya Rp 18 ribu. Telur puyuh dari harga normal Rp 25 ribu naik menjadi Rp 27 ribu.

Meski harga naik, namun permintaan pasar masih tergolong stabil. "Kalau  yang beli tetap saja sama, tidak ada perubahan berarti,” tambah Liswati.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia