Minggu, 16 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Kumpulkan Ratusan Atlet, Banyuwangi Bidik 5 Besar Porprov Jatim

31 Oktober 2018, 17: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERI MOTIVASI: Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto di hadapan ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga di AIL Rogojampi, Minggu malam (28/10).

BERI MOTIVASI: Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto di hadapan ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga di AIL Rogojampi, Minggu malam (28/10). (Fredy Rizki/RaBa)

ROGOJAMPI – Ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga Minggu malam (28/10) duduk bersama pengurus KONI Banyuwangi untuk membicarakan strategi menghadapi Porprov Jatim 2019. Oleh pengurus KONI, atlet-atlet pilihan dari berbagai cabor itu dibebani target untuk bisa menembus peringkat lima besar dalam ajang empat tahunan itu.

Ketua KONI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto mengatakan, pengalaman menjadi peringkat ketujuh dalam Porprov Jatim 2015 lalu menjadi bahan bagi pengurusnya untuk melakukan evaluasi. Karena itu, di hadapan ratusan atlet terbaik dari 34 cabang olahraga se-Banyuwangi itu, Michael menargetkan agar kontingen Banyuwangi bisa memasang target yang lebih tinggi.

”Target realistis kita masuk ke lima besar, tapi yang saya sampaikan kepada para atlet tadi bagaimana caranya menembus nomor satu,” ujar pria asli Rogojampi itu.

Dia menambahkan, dalam persiapan Banyuwangi memang sedikit tertinggal dengan beberapa Kabupaten/Kota seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Kediri yang sudah lebih awal menggelar TC dan melakukan latih tanding. Akan tetapi, menurutnya dengan strategi yang tepat dan tentunya dukungan dana pembinaan yang cukup dari pemkab Banyuwangi, target tersebut menurutnya bisa menjadi realistis. ”Kita masih bisa mengejar dengan strategi terbaik. Olahraga adalah permainan. Dengan strategi tepat, kami rasa akan bisa mengejar target,” kata Michael.

Dia juga mencontohkan pengalamannya saat mendampingi Persewangi bisa menjadi juara dua di kancah nasional. Michael menilai bahwa mendorong para atlet untuk bisa tampil seperti para pemain Persewangi itu bisa dilakukan. Asalkan, pengurus cabor, pengurus KONI, dan pemerintah bisa berkolaborasi demi kemajuan olahraga. ”Waktu itu kalau bicara dana kita juga terbatas. Kita hanya bisa mengandalkan strategi dan kerjasama,” jelasnya.

Sementara itu, usai bertemu para atlet, pengurus KONI bersama beberapa pengurus cabor merundingkan metode persiapan pelaksanaan TC yang digelar mulai awal tahun depan. Termasuk simulasi bagaimana pelaksanaan TC. ”Binpres bersama pengurus kemarin juga merumuskan bagaimana kiat yang tepat untuk menggelar TC,” tandas Sekretaris KONI Mukayin.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia