Rabu, 24 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Permintaan Mebeler Meningkat

Sabtu, 29 Sep 2018 08:20 | editor : Ali Sodiqin

FINISHING: Pekerja menghaluskan permukaan meja kayu di sebuah gudang di Jalan Argopuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

FINISHING: Pekerja menghaluskan permukaan meja kayu di sebuah gudang di Jalan Argopuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. (Bayu Saksono/RaBa)

BANYUWANGI – Pasar mebel di Bumi Blambangan berkembang cukup pesat akhir-akhir ini. Sejumlah pengusaha bahkan terpaksa memilih mendatangkan mebeler dari Provinsi lain Jepara untuk memenuhi permintaan.

Komaryanto, 38, salah satu pemilik usaha mebel di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat mengatakan, order terbanyak datang dari perhotelan dan pengelola wisata di Banyuwangi. Sedangkan permintaan dari rumah tangga, kata dia, biasanya datang menjelang Lebaran. “Kalau musim seperti ini, yang rumahan jarang,” ucapnya.

Permintaan mebel dari sektor pariwisata, kata dia, kebanyakan set kursi meja pantai dilengkapi payung. Selain itu, meja portable yang biasa digunakan untuk bar juga mulai diminati. “Yang diminati yang ada payungnya seperti ini,” terang Komaryanto.

Sementara itu, rentang harga yang ada di tempatnya mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Dalam sebulan, omzet yang masuk mencapai sekitar seratus juta rupiah. “Yang mahal meja ukuran besar,” terang lelaki yang akrab disapa Koko itu.

Meski permintaan cukup tinggi, dia mengaku tidak tertarik untuk memproduksi sendiri. Hal ini karena biaya produksi yang dikeluarkan kurang sebanding dengan harga yang didapat. Koko mencontohkan, ketika dirinya mencoba membeli kayu Perhutani, kemudian mengolahnya. Justru hasil yang didapatkan di bawah pengeluaran.“Misal kita beli kayu satu kubik sekitar Rp. 7 juta, ketika diolah malah tidak sampai ,” keluhnya.

Menurut Komaryanto, peluang usaha mebel saat ini masih cukup besar. Selain itu, pelaku usaha mebel belum terlalu banyak di Bumi Blambangan. Karena itu, peluang untuk pendatang sangat terbuka lebar. “Kalau ada persaingan tambah bagus, sama-sama barang malah nanti ada kualitas meningkat,” ucapnya.

Hal senada disampaikan, Enggal Purna Prahara, 30 pengusaha mebel customized di Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Menurutnya, dalam dua bulan ini, permintaan set kursi meja untuk usaha yang berbasis pariwisata meningkat. “Di tempat kita juga banyak bulan ini banyak order dari kafe dan restoran,” terang Enggal.

Sedangkan untuk rentang harga mebeler, Enggal biasanya membanderol mulai Rp. 15 juta hingga Rp. 25 juta. Sedangkan untuk harga satuan sama, yakni mulai ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. “Harga sama, eceran ya sama. Kalau set, kita sesuaikan dengan desain tempat,” terangnya.(sli/bay)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia