Rabu, 19 Dec 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Kembali Geluti Dunia Usaha, Legislator Tionghoa Ini Tak Nyaleg di 2019

28 September 2018, 19: 15: 13 WIB | editor : Ali Sodiqin

FUNGSI LEGISLASI: Wendriawanto (kiri) bersama rekan-rekannya di DPRD saat mengikuti rapat paripurna di kantor wakil rakyat Banyuwangi.

FUNGSI LEGISLASI: Wendriawanto (kiri) bersama rekan-rekannya di DPRD saat mengikuti rapat paripurna di kantor wakil rakyat Banyuwangi. (Sigit Hariyadi/RaBa)

Pengalaman menjabat anggota DPRD Banyuwangi memberikan kesan mendalam bagi Wendriawanto. Namun, pada kontestasi Pemilu 2019, dia tidak lagi ikut berkompetisi. Pria yang karib disapa Wewe tersebut menyatakan bakal kembali ke ”habitat”-nya, yakni sebagai pengusaha.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

PULUHAN Anggota DPRD periode 2014-2019 duduk di kursi ruang paripurna kantor dewan Jumat malam (21/9). Mereka tampak sangat serius mengikuti rapat paripurna pengambilan keputusan dewan terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2018.

Kala itu, Wewe duduk di bagian kursi yang terletak di bagian tengah. Dia membaur bersama rekan-rekannya sesama wakil rakyat Bumi Blambangan.

Ya, selain mengemban fungsi legislasi dan pengawasan, dewan juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, yakni penganggaran. Termasuk membahas APBD bersama eksekutif.

Sekadar diketahui, selama ini sangat jarang, bahkan mungkin belum pernah ada WNI keturunan Tionghoa yang menjadi anggota DPRD Banyuwangi. Namun, Wewe berhasil mengukir sejarah. Dia sukses melenggang ke kursi DPRD melalui Pemilu 2014 lalu.

Namun, menjelang Pemilu 2019 sudah dipastikan Wewe tidak ikut berkompetisi merebut kursi dewan di berbagai tingkat. Mulai DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, maupun DPR RI.

Pria yang sempat menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) di DPRD Banyuwangi, ini mengaku tidak nyaleg karena ingin kembali fokus sebagai pengusaha. ”Saya ingin kembali ke habitat saya sebagai pengusaha,” ujarnya.

Wewe mengaku menjadi anggota DPRD Banyuwangi satu periode memberikan banyak pengalaman berharga bagi dirinya. ”Asyik juga terjun ke dunia politik. Tidak semua orang punya kesempatan duduk di DPRD,” kata dia sembari tersenyum.

Apalagi, dengan menjadi anggota dewan, dia bisa memberikan sumbangsih bagi pembangunan daerah, terutama sumbangsih untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. ”Misalnya mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak kepada masyarakat,” kata dia.

Lebih dari itu, lewat DPRD Banyuwangi, pihaknya juga bisa memberikan bantuan finansial kepada rakyat. Tentu bukan bantuan finansial secara langsung, tetapi lewat anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan sarana dan prasarana publik. ”Lewat DPRD, kita bisa mengawal segala bentuk kebijakan pemerintah agar bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Banyuwangi,” ujar pria yang memiliki usaha di bidang otomotif, pengembang perumahan, dan lain-lain tersebut.

Sementara itu, lantaran tidak nyaleg untuk ikut berkompetisi pada pemilu tahun depan, sudah dipastikan Wewe tidak bisa lagi duduk di kursi DPRD Banyuwangi periode 2019-2024. Masa jabatan dewan periode ini akan berakhir pada 20 Agustus 2019 mendatang.

Setelah lengser dari kursi wakil rakyat, Wewe mengaku akan kembali fokus menggeluti dunia usaha yang telah dia tekuni jauh sebelum menjabat sebagai anggota dewan.

Menurut dia, sumbangsih memajukan daerah tidak hanya bisa diberikan lewat kursi dewan. Sebaliknya, setiap warga bisa memberikan berperan dalam pembangunan daerah lewat setiap bidang yang digeluti. ”Termasuk pengusaha seperti saya. Kami mempekerjakan karyawan sehingga berperan mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia