Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

Jangan Remehkan Benjolan Abnormal di Tubuh

Selasa, 31 Jul 2018 14:25 | editor : AF. Ichsan Rasyid

CEK TUMOR: dr Dina Utami SpPA melakukan pemeriksaan patologi di RSUD Blambangan Banyuwangi.

CEK TUMOR: dr Dina Utami SpPA melakukan pemeriksaan patologi di RSUD Blambangan Banyuwangi. (RSUD BLAMBANGAN FOR JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI - Ketika mendengar kata tumor, banyak yang menduga bahwa penyakit ini mematikan.

Tetapi, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tumor terbagi dua kategori. Yaitu tumor jinak dan tumor ganas (kanker).

Benjolan atau tumor yang terletak di permukaan tubuh seperti di leher, payudara, atau tempat lainnya, namun dapat diraba oleh penderita sendiri dapat merupakan salah satu gejala kanker.

Tentunya, untuk memastikan benjolan tersebut benar-benar ganas (kanker) atau hanya tumor jinak, haruslah diperiksakan ke dokter. Saat melakukan pemeriksaan klinis, dokter akan dapat memperkirakan kemungkinan besar ke arah mana benjolan itu, jinak ataukah ganas.

Ada benjolan yang begitu diperiksa, dokter dapat memperkirakan kemungkinan besar jinak atau ganas. Namun, ada juga benjolan yang meragukan dan sulit untuk memperkirakan jinak atau ganasnya. Dengan kata lain kemungkinan jinak atau ganas sama-sama kuat.

Sikap wait and see pada penanganan kanker tidaklah dianjurkan, karena kanker akan terus berkembang, sehingga stadium akan makin meningkat. Dan tentunya menyebabkan penanganan akan lebih sulit serta hasil yang tidak begitu baik.

Pada tumor yang secara klinis jinak, maka tumor dapat langsung diangkat. Bila ukuran tumor kecil dan letaknya bukan di daerah tubuh yang membahayakan, bisa diangkat dengan pembiusan lokal. Itu pun jika penderita termasuk orang yang tahan rasa sakit.

Sedang untuk tumor ukuran besar sebaiknya penanganan dengan bius umum. Pada tumor yang secara klinis ganas, maka bius lokal tidak dianjurkan. Untuk yang ukuran kecil, tumor dapat diangkat seluruhnya, sedangkan untuk ukuran besar maka tumor hanya diambil sebagian untuk contoh pemeriksaan.

Tumor yang sudah diangkat, baik secara klinis jinak maupun ganas harus diperiksakan ke dokter patologi anatomi, kata dokter Dina Utami SpPA. Tujuannya, untuk dapat dipastikan jenisnya.

Hasil pemeriksaan patologi anatomi (PA) dengan cara seperti inilah yang dijadikan golden standard atau diagnosis pasti suatu tumor.

Bila hasilnya jinak, maka selesai pengobatan tumor tersebut. Namun bila tumor itu ganas atau kanker, maka ada tindakan pengobatan selanjutnya. Apakah berupa operasi kembali atau diberikan kemoterapi atau radioterapi.

Masalahnya, pemeriksaan seperti tersebut di atas untuk benar-benar memastikan apakah suatu benjolan jinak atau ganas membutuhkan waktu relatif lama. Harus dioperasi dengan segala persiapannya. Harus dirawat di rumah sakit, biaya cukup besar, dan perawatan luka yang baik. Tentunya untuk sebagian orang cukup merepotkan.

Ada cara lain untuk memastikan apakah suatu benjolan itu jinak atau ganas, yaitu dengan cara biopsi tusuk jarum atau yang lebih dikenal dengan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB).

Saat ini, FNAB sudah dapat dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Banyuwangi. Karena sudah ada seorang dokter ahli patologi anatomi atau patolog yang sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini yaitu dr Dina Utami SpPA yang sehari-harinya bekerja di RSUD Blambangan Banyuwangi. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia