Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Refleksi

Cepat, Kenali Stroke dengan FAST

Oleh: dr Erwin Kurniawan

Selasa, 31 Jul 2018 13:45 | editor : AF. Ichsan Rasyid

Cepat, Kenali Stroke dengan FAST

PERKEMBANGAN teknologi membuat pola hidup masyarakat semakin berubah, dan cenderung menginginkan sesuatu yang instan. Hal ini juga berdampak tidak langsung pada hal kesehatan, yaitu meningkatnya penyakit-penyakit metabolik seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Padahal, penyakit-penyakit tersebut meningkatkan faktor risiko terjadinya stroke yang berbahaya dan dapat menimbulkan kecacatan. Stroke sendiri adalah kondisi di mana otak sebagai organ vital, tidak mendapat aliran darah yang cukup. Tanpa adanya aliran darah, otak akan kekurangan oksigen. Karena oksigen dibawa oleh darah ke otak, sehingga sebagian otak tidak berfungsi dan hal inilah yang menyebabkan stroke.

Stroke dibedakan menjadi dua. Yaitu stroke yang terjadi karena perdarahan (stroke hemoragik) dan stroke yang terjadi karena bukan perdarahan, atau yang sering disebut stroke penyumbatan (stroke non-hemoragik).

Menurut data World Health Organization (WHO), angka kematian stroke di Indonesia cukup tinggi, yaitu 328.524 per tahun. Sekitar 75 persen disebabkan oleh stroke penyumbatan. Semakin berkembangnya teknologi dan ilmu kedokteran, stroke penyumbatan yang muncul mendadak dapat disembuhkan dengan optimal jika mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Penanganan stroke penyumbatan sangat bergantung waktu. Semakin cepat penanganannya, semakin tinggi pula angka kesembuhannya. Dalam istilah kedokteran dikenal dengan golden periode stroke.

Stroke memiliki golden periode selama tiga jam. Artinya, penderita yang dicurigai pertama kali terkena serangan stroke, harus mendapat penanganan segera di rumah sakit secepatnya tidak boleh lebih dari tiga jam. Agar kesembuhannya optimal dan mengurangi kecacatan atau kelumpuhan.

Oleh karena itu, masyarakat harus tau dan bisa melakukan deteksi dini serangan stroke dengan cepat. Cara cepat mendeteksi dini menggunakan empat langkah F-A-S-T (face, arm, speech, time).

Berikut langkah-langkahnya:

Langkah pertama adalah F (face drooping / wajah yang jatuh ). Kita mengenali adakah senyum yang tidak simetris (sejajar). Jika penderita diperintah untuk senyum lebar ternyata tidak simetris, kemungkinan penderita terkena stroke.

Langkah kedua adalah A (arm weakness / kelemahan tangan). Apakah salah satu tangan atau kaki penderita mengalami rasa lemah, mati rasa, atau kesemutan. Cobalah memerintah penderita untuk mengangkat kedua tangan secara bersamaan ke atas. Jika salah satu tangan penderita terjatuh, atau tidak bisa mengangkat, kemungkinan penderita terkena stroke.

Langkah ketiga adalah S (Speech Difficulty / kesulitan berbicara). Apakah bisa penderita mengucapkan satu kalimat dengan jelas. Jika penderita sebelumnya dapat berbicara dengan jelas dan tidak cadel, namun mendadak tidak bisa berbicara dengan jelas atau cadel, kemungkinan penderita terkena stroke.

Kemudian jika ditemukan satu atau ketiga langkah di atas yang menunjukkan kemungkinan stroke, lakukan langkah keempat yaitu T (time / waktu). Artinya, segera hubungi rumah sakit terdekat (118 / RS Yasmin 423118) yang memiliki fasilitas Stroke Center, ICU, dan CT-Scan untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah terjadi serangan stroke atau tidak. Sehingga dapat mencapai golden periode stroke untuk hasil penanganan stroke yang optimal dan mengurangi kecacatan atau kelumpuhan.(*)

*) Dokter di RS Yasmin Banyuwangi.

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia