Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Koordinator KDDS Gathering di Bali

Selasa, 31 Jul 2018 13:15 | editor : AF. Ichsan Rasyid

KEBERSAMAAN: Peserta gathering UTD PMI Banyuwangi berfoto bersama di pintu masuk Wisata Tanah Lot Bali.

KEBERSAMAAN: Peserta gathering UTD PMI Banyuwangi berfoto bersama di pintu masuk Wisata Tanah Lot Bali. (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi mengusung Koordinator Kelompok Donor Darah Sukarela (KDDS) ke Pulau Dewata. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan gathering sejak Jumat (27/7) hingga Minggu (29/7) lalu.

Gathering itu bertujuan untuk pembinaan, promosi, meningkatkan hubungan Koordinator KDDS dengan UTD PMI Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini juga sekaligus memeriahkan serta peringatan hari donor darah sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2018.

Gathering diikuti pendonor darah sukarela yang tergabung dalam KDDS instansi, lembaga pendidikan, lembaga sosial, dan keagamaan, maupun KDDS berbasis masyarakat lainnya. Kepala UTD PMI Kabupaten Banyuwangi dr Rezekiyanti ikut serta dalam gathering tersebut. Hadir pula  Kepala Markas PMI Banyuwangi Sutiyono dan Sekretaris PMI Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto.

Dokter Rezekiyanti mengatakan, PMI berterima kasih kepada para koordinator KDDS yang membantu dan mencurahkan tenaga untuk kemanusiaan. ”Saya sampaikan penghormatan tertinggi kepada bapak–ibu atas segala usaha dan jerih payahnya, dalam membina kelompok masing-masing dan juga mempertahankan upaya penyelenggaraan donor darah melalui mobile unit,” ujarnya.

Dia menambahkan, PMI Banyuwangi bersyukur karena pada tahun 2016 sampai 2017 tidak mengimpor darah lagi. ”Semua itu berkat jasa bapak–ibu sebagai pendonor sukarela,” kata Rezekiyanti.

Sementara itu, Sekretaris PMI Banyuwangi Dwi Yanto menyampaikan, betapa pentingnya peran pendonor sukarela demi kelangsungan kehidupan sesama. Donor darah, kata dia, dianalogikan dengan filosofi bunga. Ketika bunga mekar selalu menyebarkan keharuman. Dia tidak memilih kepada siapa harumnya akan diberikan. Bunga tersebut sama dengan pelaku donor darah, yang tidak pernah memilih kepada siapa darah donor itu akan digunakan.

Menurut Dwi Yanto, pendonor darah sukarela yang berbuat baik dan tidak mengharapkan pujian maupun hadiah dari orang lain. ”Seperti itulah hebatnya para pendonor sukarela,” pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan gathering direspons positif para peserta. Karena itu, kegiatan ini rencana nanti akan dilaksanakan setiap tahun.(bay)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia