Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Finance

Tidak Urus Izin, Bangunan Tower Dibongkar Paksa

Selasa, 31 Jul 2018 12:45 | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISEGEL : Bangunan  tower seluler di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin disegel Satpol PP karena tidak memiliki IMB.

DISEGEL : Bangunan tower seluler di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin disegel Satpol PP karena tidak memiliki IMB. (EDY SUPRIYONO FOR JAWAPOS.COM)

LICIN -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beringas lagi terhadap beberapa bangunan tower yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Satpol PP menyegel bangunan tower milik PT Dayamitra Telekomunikasi di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin karena tidak memiliki IMB kemarin lusa (29/7).

Sebenarnya, bangunan sudah selesai dikerjakan 100 persen. Namun karena bangunan belum memiliki izin, maka Satpol PP tetap menyegel bangunan berdekatan dengan masjid itu. 

  Kepala Satpol PP Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, sebelum melakukan penyegelan, pihaknya sudah mengirimkan surat teguran kepada pemilik tower Eko Santoso. Namun, hingga batas yang ditentukan pihak pemilik tower masih belum juga menyelesaikan perizinan.

 Padahal bangunan tower sudah berdiri. Keberadaan bangunan itu, kata Edy, melanggar Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Tertentu. ”Mestinya, sebelum mendirikan bangunan, semua izin dibereskan dulu agar tidak menyalahi ketentuan,” kata Edy.

Dia juga menambahkan, Satpol PP memberi waktu hingga 15 hari ke depan kepada yang bersangkutan untuk bisa melengkapi izinnya. Jika tidak ada konfirmasi, Satpol PP akan membongkar secara paksa. ”Kita beri waktu lagi selama 15 hari untuk mengurus izin, jika tidak bangunan akan kita bongkar,” tegas Edy.

Kepala Desa Tamansari Rizal Saputra menjelaskan, bangunan tower tersebut sudah memiliki persetujuan dari masyarakat sekitar. Termasuk pengurus takmir masjid yang mengelola lahan tersebut juga sudah memberikan izin. ”Awalnya sempat ada polemik tapi ternyata saya pantau lagi sudah setuju masyarakatnya. Cuma kalau izinnya masih belum lengkap, ya kita serahkan ke satpol PP sesuai dengan prosedur,” tegasnya.

Rizal juga mengatakan, jika melihat asas manfaat, keberadaan tower tersebut cukup dibutuhkan masyarakat. Karena hingga saat ini kondisi sinyal seluler di desanya belum bisa stabil. Namun, pihaknya tetap menyerahkan prosedur kepada pemerintah kabupaten terkait izin tersebut. ”Kalau saya pribadi melihat tower ini sangat dibutuhkan. Jadi kita berharap pemilik tower bisa segera mengurus ke dinas perizinan,” tegasnya.

Sementara itu, Jawa Pos radar Banyuwangi berusaha menghubungi pemilik tower Eko Santoso. Namun setelah dihubungi melalui panggilan seluler dan pesan singkat, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. (fre)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia