Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Dorong Anak Muda Ternak Kambing

Selasa, 31 Jul 2018 12:34 | editor : AF. Ichsan Rasyid

MENGGIURKAN: Populasi yang sangat tinggi, membuat bisnis kambing masih sangat propsek. Dinas Pertanian Banyuwangi akan memberikan pendampingan untuk usaha ini

MENGGIURKAN: Populasi yang sangat tinggi, membuat bisnis kambing masih sangat propsek. Dinas Pertanian Banyuwangi akan memberikan pendampingan untuk usaha ini (Nanang Sugiharto For JAWAPOS.COM)

BANYUWANGI—Ternak kambing merupakan salah satu prospek usaha ternak yang cukup menggiurkan saat ini. Karena permintaan susu atau pun daging kambing di pasar cukup banyak, sehingga beternak kambing bisa di jadikan salah satu solusi dalam usaha ternak.

Saat ini sudah banyak masyarakat yang terjun dalam usaha ternak kambing, karena dalam pengembangan nya cukup mudah dan tidak terlalu rumit. Sehingga banyak masyarakat yang mencoba untuk bisnis ternak kambing.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, populasi kambing di Banyuwangi mencapai 133 ribu ekor. Populasi ini pun diprediksi akan terus meningkat seiring momen Idul Adha yang semakin dekat.

Oleh sebab itu, Dinas Pertanian mendorong masyarakat utamanya anak muda untuk melirik beternak kambing ini. Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga mendorong potensi peternakan kambing Etawa yang ada di Kalipuro. "Kalipuro merupakan sentra peternakan kambing Etawa di Banyuwangi. Jadi, kami akan terus menunjukkan potensinya," ujar Arief.

Ada dua jenis kambing yang bisa diternak. Yaitu Kambing perah  atau Kambing Sapera (Saanen peranakan Etawa) yang saat ini sedang dikembangkan Banyuwangi. Kambing saanen ini adalah jenis kambing perah yang tubuhnya termasuk besar. Jenis jantan nya bisa mempunyai berat kira-kira 90 kg dan betina 60 kg.

Sedangkan untuk jantan tingginya kira-kira 90cm, sementara betinanya 80 cm. Berat lahir anak kambing saanen adalah 3 kg untuk jantan dan 3.3 kg untuk betina. “Kambing perah ini mampu menghasilkan susu yang cukup banyak dan memiliki kualitas seperti susu etawa serta memiliki volume sepeti saanen," ungkao Arief

Bila dirata-rata, kata Arief, kambing ini mampu menghasilkan susu kurang lebih 3,8 liter setiap hari. Bahkan di Kalipuro susu kambing Etawa milik warga menghasilkan setidaknya 3.000 liter per bulan. Banyaknya susu itu dikirim ke Bali. "Untuk konsumsi lokal, warga sudah menyuplai 1.000 liter per bulannya,” kata Arief.

Kepala Bidang Budi Daya Kelembagaan dan Usaha Peternakan drh Nanang Sugiharto menambahkan, selain kambing perah, jenis ternak kambing lainnya adalah kambing potong PE (Peranakan Etawa). Ternak kambing memang membutuhkan cara tertentu sehingga, dalam usaha ternak ini akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Sebenarnya sangat banyak yang dapat di ambil hasilnya dari binatang mamalia yang mempunyai bau khas tersebut, mulai dari daging, susu kambing, dan hingga kotoran yang bisa di jual untuk pupuk organic. Saat ini, Dinas Pertanian pun mengembangkan teknologi xilage untuk mengefisienkan pakan ternak kambing.

Pakan ternak dengan sistem xilage ini mengandung nutrisi tinggi dan tahan lama sehingga bisa menjadi alternatif pakan kambing. “Jika dengan cara manual setiap hari mencari rumput, maka dengan system xilage ini bisa untuk tujuh hari. Jadi sangat efisien di waktu,” kata Nanang.

Nanang menjelaskan, saat ini mindset masyarakat harus segera diubah dalam hal jual beli kambing, terutama saat moment Idul Adha. Hal ini terkait perkiraan harga yang wajar, maka dari itu pihaknya menyarankan sistem perkiraan jual kiloan hidup. “Jual kiloan hidup ini lebih realistis dan perkiraan akurasinya lebih tepat. Kalau pakai sistem ini, penjual maupun pembeli bisa sama-sama menghitung sebelum melakukan transaksi. Kedua belah pihak juga mampu meminimalisasi kerugian yang mungkin timbul,” pungkasnya. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia