Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Lagi, Polisi Ungkap Penjualan Tuak

Selasa, 31 Jul 2018 18:15 | editor : Bayu Saksono

Eko Winarno

Eko Winarno (IPTU ABDULRAHMAN FOR RABA)

ROGOJAMPI – Deretan nama warga yang berurusan dengan polisi karena tuak kembali bertambah. Kali ini, Eko Winarno, 28, warga RT 3 RW 3, Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Kecamatan Blmbingsari, mesti menjalani proses hukum.

Namun, polisi tidak melakukan penahanan terhadap penjual tuak ini. Hal ini, menurut Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono melalui Kanitreskrim Iptu Abdul Rahman karena jeratan ancaman terhadap tersangka hanya dua tahun sesuai pasal 142 jo 91 (1) UU RI Nomor 18 Tahun2012 tentang Pangan. ”Kita proses, tapi tidak kita tahan karena ancaman 2 tahun,” ucapnya.

Tertangkapnya Eko bermula ketika polisi dan warga melakukan patroli rutin. Di tengah perjalanan, keduanya bertemu dengan dua orang bernama Jamin dan Sumarji. Keduanya membawa dua jeriken ukuran lima liter. Karena curiga, mereka kemudian dihampiri dan setelah dilakukan penggeledahan diketahui isi jeriken tersebut adalah tuak. Mereka membeli dengan harga Rp 60 ribu ”Anggota bertemu dua pembeli tuak, mereka mengaku dapat dari Eko,” jelasnya.

Mengetahui hal in, keduanya kemudian diminta  menunjukkan lokasi pembelian. Dari sini, polisi bergerak menuju rumah Eko.  Pada malam harinya, Eko mengakui jika dirinya berjualan tuak sejak enam bulan silam. Dan saat itu barang yang ada pada dirinya masih sisa setengah jeriken. Dari informasi dan barang bukti yang ada di lokasi, ketiga orang ini kemudian dibawa ke polsek untuk dilakukan pemeriksaan.  Sampel tuak juga dikirim ke laboratorium Polri yang ada di Surabaya untuk dilakukan uji lab. ”Jadi BB berupa tuak dan uang Rp 60 ribu sudah kita sita,” terangnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia