Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Istri Syafii Sopir Bus Jamaah Turki Masih Syock

Senin, 30 Jul 2018 13:15 | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERDUKA: Keluarga berkumpul di rumah Abdul Gofur ayah Mohamad Syafii di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari kemarin (29/7).

BERDUKA: Keluarga berkumpul di rumah Abdul Gofur ayah Mohamad Syafii di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari kemarin (29/7). (KRIDA HERBAYU/JAWAPOS.COM)

TEGALSARI-Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Mohamad Syafii, sopir bus yang tewas terbakar saat membawa rombongan haji asal Turki menuju Makah pada Sabtu (28/7). Kiptiyah, 58, istri korban terlihat masih syock saat Jawa Pos Radar Genteng berkunjung ke rumahnya di Dusun Blokagung, RT 9, RW 4, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin (29/7).

Anak sulung Mohammad Syafii, Jeni, 25, mengatakan ibunya masih syock berat dan tidak ingin berbicara dengan orang luar. Meninggalnya korban itu, membuat ibu dan keluarganya merasa terpukul. “Ibu hanya mau berbicara dengan keluarga,” katanya.

Menurut Jeni, jenazah ayahnya tidak dibawah pulang ke tanah air. Malahan, saat ini sudah dimakamkan di Makah. Semua keluarganya, juga sudah menerima dan ikhlas dengan pomakaman itu. “Kejadian itu kehendak Allah, keluarga ikhlas dengan kepergian almarhum,” ujarnya.

MENDIANG: Mohammad Syafii sebelum kecelakaan.

MENDIANG: Mohammad Syafii sebelum kecelakaan.

Sementara itu, Abdul Gofur, 80, ayah korban dari raut wajahnya tampak jelas menyimpan duka yang mendalam. Dia tidak menyangka putranya akan meninggal dengan cara yang tragis itu. “Syafii itu orangnya sabar dan jujur,” cetusnya.

Menurut Gofur, anaknya itu sudah delapan tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dengan menjadi sopir. “Kami tidak mengira akan berakhir seperti ini,” kata pria itu dengan mata berkaca-kaca.

Para tetangga juga tidak menyangka korban meninggal di tanah suci akibat kecelakaan, seperti rekaman video maupun berita yang menyebar di media sosial. Apalagi, berita itu juga masih simpang siur. “Kami awalnya juga tidak percaya, baru percaya setelah diberitahu pemerintah desa, kami langsung syock,” ungkapnya.

Ketua RT setempat, Arifin, 45, menyampaikan keluarga masih mengalami duka yang mendalam. Syafi’i dikenal sebagai orang tua yang sangat disiplin dalam mendidik anak. Ia meninggalkan tiga orang anak. “Kami turut berduka cita atas kepergian korban. Kita juga menggelar salat goib di masjid dekat rumahnya,” terangnya.(kri/abi)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia