Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Bakesbangpol Harapkan Ormas-LSM Berperan dalam Pembangunan

Senin, 30 Jul 2018 10:40 | editor : AF. Ichsan Rasyid

MEMPERHATIKAN: Peserta forum silatrrahmi mendengarkan penjelasan dari narasumber

MEMPERHATIKAN: Peserta forum silatrrahmi mendengarkan penjelasan dari narasumber (SAMSURI FOR JAWAPOS.COM)

SITUBONDO – Keberadaan ormas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) diharapkan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai mitra pemerintah, mereka juga seharusnya menjadi penyampai aspirasi masyarakat yang baik.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Situbondo, Edi Susilo pada Forum komunikasi, koordinasi Ormas dan LSM,Kamis (26/07) lalu. Dia mengatakan, munculnya berbagai organisasi kemasyarakatan hendaknya dilandasi dengan komitmen yang kuat sebagai mitra pemerintah daerah.

“Jangan malah dijadikan alat untuk mencapai kepentingan pribadi, atau bahkan merongrong kebijakan pemerintah yang kontraproduktif dengan semangat memajukan Situbondo,” ujarnya.

GAMBLANG: Pemateri dari Bakesbangpol Provinsi Jatim memberikan materi tentang regulasi dan tata cara pengurusan SKT.

GAMBLANG: Pemateri dari Bakesbangpol Provinsi Jatim memberikan materi tentang regulasi dan tata cara pengurusan SKT.

Edi Susilo menambahkan, ormas dan LSM dalam pembangunan bangsa, memiliki peran strategis. Baik fisik  maupun pembangunan SDM. “Hal ini sudah terbukti mampu mengawali perjalanan bangsa, seiring dengan dinamika sosial politik yang muncul dalam sejarah perjalanan bangsa ini,” imbuhnya.   

Dia menambahkan, Ormas dan LSM merupakan bagian penting dari proses demokratisasi di Kabupaten Situbondo setelah era reformasi tahun 1998 lalu. Keduanya mampu bersama-sama dengan pemerintah mengawal proses demokrasi. “Memang seharusnya begitu, karena Ormas dan LSM penyuara aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Kabid Hubungan Antar Lembaga, Bakesbangpol Situbondo, Suyono menambahkan, demokrasi memberi ruang lebih bebas bagi setiap kelompok atau organisasi untuk mengekspresikan kepentingannya. Tentu saja, sesuai dengan koridor hukum dan kesantunan, serta tata tertib yang berlaku.

Perkembangan demokrasi itu telah melahirkan kesadaran baru bagi warga Situbondo untuk berperan aktif dalam pembangunan. Ini membuktikan, demokrasi dan pembangunan tidak dapat dipisahkan. “Keduanya saling melengkapi,” ujarnya.

Dalam pandangannya, ada beberapa hal perlu diperhatikan ketika mencermati hubungan antara demokrasi dan pembangunan. Pertama, pengembangan budaya demokrasi berpangkal pada politik kebangsaan. Artinya, demokrasi adalah aturan dalam suatu negara yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Kedua, demokrasi mengandung ruang berdialog, bertukar pikiran, dan saling mengembangkan pandangan positif. Semunya itu bermanfaat bagi pembangunan. “Namun demikian, dalam mengembangkan budaya demokrasi yang bertumpu pada ormas dan LSM, ternyata masih ditemukan berbagai kendala,” ungkapnya.

Salah satu kendalanya, keterbatasan pemahaman tentang demokrasi dan cita-cita kebangsaan. Maraknya sikap primordialisme, sektarianisme dan golonganisme, telah  mewarnai berbagai kelompok atau golongan. Tak terkecuali ormas dan LSM.

“Situasi semacam ini mempersulit upaya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk cinta kepada tanah air, bangsa dan masyarakat,” terang Suyono.

Makanya, Suyono meminta kepada peserta forum silaturrahmi untuk manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sehingga nantinya terwujud komunikasi yang harmonis diantara elemen masyarakat dalam upaya menjalin persatuan dan kesatuan.

Sementara itu, Suyono mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang optimal antara Ormas/LSM dengan Pemerintah. Selain itu, untuk memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, serta memberdayakan Ormas dan LSM untuk berpartisipasi menjaga kerukunan nasional di daerah.

Forum komunikasi diikuti sekitar seratus peserta. Materi pertama, tentang regulasi dan tata pengurusan SKT yang disampaikan pemateri dari Bakesbangpol Provinsi Jatim. Materi kedua, dari Kasat Intelkam Polres Situbondo, Pujiantoro. Dia membahas peranan Polri dalam memelihara Kamtibmas dan menegakkan hukum guna menjamin kesinambungan pembangunan nasional. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia