Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Dyajeng Tri Hayuingtyas

Dikenal Aktif, Sudah Empat Kali Ikut Audisi

Senin, 30 Jul 2018 18:15 | editor : Bayu Saksono

SATU LANGKAH LAGI: Atlet bulu Tangkis asal Banyuwangi Dyajeng Tri Hayuingtyas, Penerima Super Tiket Bulutangkis Djarum Surabaya 2018.

SATU LANGKAH LAGI: Atlet bulu Tangkis asal Banyuwangi Dyajeng Tri Hayuingtyas, Penerima Super Tiket Bulutangkis Djarum Surabaya 2018. (ADITYA WAHONO FOR RABA)

SALAH satu atlet asal Banyuwangi, Dyajeng Tri Hayuingtyas, 12, lolos ke fase final audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum 2018. Prestasi ini memang belum sekondang Kevin Sanjaya. Namun, satu harapan baru Banyuwangi di dunia olahraga Banyuwangi kembali muncul.

Nama Dyajeng Tri Hayuingtyas sudah tidak asing di kalangan penggemar olahraga bulu­tangkis di Banyuwangi. Bocah asal Jajag, Gam­biran itu berulang kali dibawa PBSI Banyuwangi ke even-even baik yang ada di dalam kabupaten hingga tingkat provinsi.

Nama Dyajeng kembali mencuat ketika dirinya menjadi salah satu dari 26 atlet bulutangkis yang lolos ke fase final audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum. Yang artinya, selangkah lagi Dyajeng bisa mengikuti jejak Kevin Sanjaya. Juara All England asal Muncar yang juga menata karirnya dari Beasiswa Bulutangkis Djarum.

Ribut Ruminingsih, Ibunda dari Dyajeng men­ceritakan jika karir anaknya di dunia bulutangkis baru dirintis sekitar tahun 2014 silam. Ketika itu, anaknya yang masih duduk di kelas 3 SD, tampak cukup aktif. Seringkali ketika disuruh mengaji, anaknya malah pergi ke lapangan. Begitu juga ketika diminta tidur siang, anak bungsunya itu malah main bola ke lapangan.

Merasa sedikit kerepotan, Ningsih pun mem­pertimbangkan saran salah satu tetangganya. Jika lebih baik Dyajeng dimasukkan ke klub badminton. Jadi keaktifannya bisa disalurkan melalui olahraga. “Waktu itu saya menurut saja, karena saya lihat anaknya aktif sekali.

Jadi langsung dibawa untuk masuk ke klub Rimba Raya Hadi Sport (RRHS) dan dilatih pak Hadi langsung,” ujar Ningsih.

Lambat laut, keputusanya memasukkan Dyajeng ke klub bulu tangkis ternyata dirasa tepat. Siswi SMPN 2 Gambiran itu ternyata sangat menyukai aktivitasnya di dunia bulu tangkis. Saking sukanya, Ayah dari diajeng, Edi Winarno sampai kewalahan karena diajak sparring sampai malam hari. Namun bagi Ningsih hal itu bukan masalah.

Karena buktinya, hal itu justru yang menjadi salah satu jalan prestasi untuk anaknya. Hingga kemudian Dyajeng bisa memperoleh kesempatan masuk ke babak final Beasiswa Bulutangkis Djarum di Kudus, 5 September mendatang. “Kita orang tua hanya ikut mendu­kung, seandainya nanti lolos berarti sudah rejeki kita. Seandainya tidak kita tidak akan menyerah. Kita optimistis dan akan dukung terus. Karena kebetulan yang saat ini sudah keempat kalinya Dyajeng mengikuti tes. Jadi mentalnya insyAllah sudah siap,” terang wanita asal Lumajang itu.

Aditya Wahyono, Binpres PBSI Banyuwangi mengatakan, Dyajeng memang sudah terlihat memiliki bakat sejak kecil. Adit yang juga pernah memegang Dyajeng mengatakan potensi bungsu dari tiga bersaudara itu cukup besar. Dari evaluasinya, jika permainan Dyajeng cukup ulet. Jadi dalam kondisi tertekan sekalipun permainannya terus stabil bahkan meningkat.

Hanya saja, Dyajeng sedikit malas untuk berlatih fisik. Padahal jika fisiknya bisa diolah dengan maksimal, Adit yakin prestasi bocah yang pernah menjadi Juara 1 Junior Master 2017 di Lumajang itu bisa melesat. “Kalau sama Kevin memang belum bisa diseban­dingkan. Tapi Dyajeng bisa meniru caranya. Kevin dulu tidak diminta latihan fisik sudah latihan sendiri, kalau Dyajeng bisa mengikuti, saya yakin Jalanya terbuka lebar untuk lolos,” pungkasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia