Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Populasi Sapi Situbondo Terus Meningkat

29 Juli 2018, 11: 50: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MENINGKAT: Populasi sapi di Kabupaten Situbondo mencapai 179 ribu sapi.

MENINGKAT: Populasi sapi di Kabupaten Situbondo mencapai 179 ribu sapi. (JAWAPOS.COM)

SITUBONDO – Populasi ternak sapi di Kabupaten Situbondo dilaporkan terus mengalami peningkatan. Catatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), jumlah sapi pada tahun ini mencapai 179 ribu ekor.

Kepala Disanakkeswan Situbondo, Aries Marhaento mengatakan, pendataan populasi ternak sapi sudah melalui sistim aplikasi. Akan tetapi tidak semua ternak bisa terdata sistem. “Yang tidak bisa pakai sistem, didata secara manual,” ucapnya.

Dia menambahkan, data yang masuk melalui sistem aplikasi, sampai dengan Juli 2018, jumlah populasi sapi mencapai 171 ribu ekor. Sekitar delapan ribu ekor sapi terdata secara manual. “Jadi seluruhnya lebih dari 179 ribu ekor,” terangnya.

Aries mengatakan, pemerintah melalui Disnakkeswan akan terus berupaya meningkatkan populasi sapi. Salah satu program untuk kepentingan itu, ada istilah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). “Ini yang kita fokuskan sekarang,” ujar Aries.

Dia menerangkan, pada tahun 2018 lalu, Situbondo mendapatkan alokasi kegiatan Upsus Siwab dengan kegiatan penanganan gangguan reproduksi sebanyak 4.200 ekor sapi. Sedangkan target inseminasi buatan (IB) sebanyak 78.000 ekor, dan pemeriksaan kebuntingan sebanyak 78.000 ekor. “Kita juga ditargetkan untuk pelaporan kelahiran sebanyak 68.180 ekor,” ujarnya.

Dia menambahkan, sampai dengan akhir Juni 2018 capaian inseminasi buatan (IB) telah mencapai 63.898 ekor sapi atau 81 persen dari target. Sedangkan pemeriksaan kebuntingan mencapai 40.962 ekor (52 persen).

Sedangkan untuk pelaporan kelahiran sebanyak 17.362 ekor atau 27,5 persen dari target. Dia mengaku, capaian untuk pelaporan kelahiran masih rendah. “Penyebanbnya, masih lemahnya pencatatan petugas dalam penguasaan sistim aplikasi, serta tidak dilaporkannya pedet yang baru lahir,” pungkasnya. (bib/pri) 

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia