Senin, 24 Sep 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Refleksi

Dongeng untuk Menanamkan Nilai Pendidikan Moral Anak

Oleh : Linda Mustika Hartiwi

Minggu, 29 Jul 2018 08:45 | editor : AF. Ichsan Rasyid

Dongeng untuk Menanamkan Nilai Pendidikan Moral Anak

DONGENG yang dikenal, disampaikan, atau diceritakan oleh orang tua kepada anak secara lisan, saat ini lebih banyak tampil dituangkan dalam buku cerita atau buku bergambar dengan gambar dan warna-warna yang menarik.

Seberapa pentingkah dongeng dan kebiasaan mendongeng ini dalam kehidupan?

Mengutip dari Wikipedia, dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi ) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.

Dongeng dunia yang terkenal contohnya Cinderella dan Sepatu Kaca atau Putri Salju dan Tujuh Kurcaci. Adapun beberapa kisah dongeng negeri yang telah berkembang di masyarakat misalnya dongeng Bawang Merah Bawang Putih, Kancil dan Buaya, Timun Emas, Malin Kundang, Sangkuriang, atau dongeng-dongeng yang lain.

Kebiasaan mendongeng pada saat ini mulai jarang dilakukan oleh orang tua kepada anak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi mendongeng ini mulai ditinggalkan. Beberapa faktor tersebut misalnya karena kesibukan orang tua yang keduanya sama-sama bekerja di luar rumah dalam rentang waktu seharian dari pagi hari sampai sore, bahkan hingga menjelang malam hari. Keadaan orang tua yang demikian ini membuat waktu untuk berkomunikasi dengan anak menjadi berkurang karena sepulang dari bekerja, orang tua sudah merasakan lelah dan ingin segera beristirahat sehingga tidak sempat membacakan cerita dongeng untuk anak. Mungkin yang bisa dilakukan orang tua hanya sekadar mengingatkan anak untuk belajar atau berpesan kepada anak untuk tidak tidur di larut malam tanpa bisa mendampingi mereka.

Faktor lain yang menyebabkan tradisi mendongeng mulai menghilang adalah adanya fenomena gadget yang membuat anak menjadi asyik bermain dengan beragam aplikasi game atau permainan di layar gadget yang bisa dimainkannya hanya dengan jari-jari tangan. Anak menjadi suka bermain sendiri karena tidak perlu repot mencari alat permainan atau ke luar rumah mencari teman bermain. Keasyikan anak dengan gadget menjadikan anak merasa enggan saat harus meluangkan waktu untuk mendengarkan orang tuanya membagikan sebuah cerita dongeng kepadanya. Berbagi waktu untuk bermain gadget dengan belajar atau kegiatan lain yang harus dijalani setiap harinya bagi seorang anak sudah menjadikannya merasa jenuh atau bosan.

Adanya faktor penyebab mulai jarangnya kebiasaan mendongeng tersebut merupakan keadaan yang sulit untuk dihindari walaupun sebenarnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan menyempatkan diri dan membutuhkan waktu yang tidak perlu lama untuk membacakan cerita dongeng kepada anak. Dongeng biasanya dibacakan oleh orang tua kepada anak saat anak menjelang tidur di malam hari. Dongeng yang dibacakan orang tua dengan intonasi membaca yang pelan dan tidak tergesa-gesa dengan diselingi gurauan jenaka akan membuat anak merasa nyaman dan betah untuk mendengarkan kisah dongeng sampai akhir cerita. Dari kebiasaan mendongeng akan banyak manfaat yang diperoleh untuk membantu orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak.

Dengan mendongeng akan menumbuhkan rasa kasih sayang orang tua kepada anak atau sebaliknya. Orang tua bisa membacakan dongeng sambil mengelus dahi atau rambut anak dengan penuh rasa cinta yang akan membuat anak merasa disayangi oleh orang tuanya. Atau sikap anak yang manja dalam mendengarkan dongeng dari orang tua dengan tidur di pangkuan orang tua atau bersandar di lengan orang tuanya. Sikap orang tua dalam membacakan dongeng dan sikap anak saat mendengarkannya akan membuat hubungan emosional yang kuat dan erat di antara keduanya yang tidak bisa terjalin di waktu lain.

Dengan mendongeng pula, orang tua bisa menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak melalui karakter tokoh-tokoh yang baik yang ada dalam kisah dongeng. Orang tua bisa menambahkan sedikit nasihat tentang nilai moral yang baik kepada anak setelah selesai membacakan cerita dongeng. Misalnya menyampaikan kepada anak akan pentingnya untuk berbuat baik kepada sesama dan berlaku sopan serta menghormati orang tua. Atau memberikan nasihat agar anak mau untuk berbagi dengan teman yang akan menumbuhkan sikap rukun dan saling tolong menolong dalam pergaulan.

Manfaat mendongeng yang lainnya, bisa mendorong anak untuk gemar membaca. Anak yang sering mendengar cerita dongeng dari orang tuanya akan membuatnya penasaran untuk mencari buku-buku cerita dongeng yang lain dan membacanya. Tumbuhnya sikap gemar membaca ini akan membuat anak merasa haus dengan bahan bacaan berbeda yang akan menambah ilmu pengetahuannya. Tetapi perlu juga adanya perhatian dari orang tua dalam mengarahkan anak untuk membaca buku-buku yang baik dan tidak terdapat unsur pornografi, kekerasan atau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan ).

Mengingat cerita dongeng yang ada tidak begitu banyak contohnya, orang tua juga perlu membiasakan diri untuk gemar membaca buku-buku cerita atau buku yang berisi materi sejenisnya guna menambah perbendaharaan bahan cerita yang bisa dibacakan kepada anak agar anak tidak merasa bosan dengan kisah dongeng yang itu-itu saja.

Orang tua bisa berimajinasi mengembangkan cerita dengan isi cerita yang berbeda tetapi tetap fokus untuk menyelipkan adanya nilai moral yang baik dalam sebuah cerita. Orang tua juga bisa membelikan anak berupa buku-buku dongeng atau kaset CD yang berisi cerita sejenis yang mengandung unsur pendidikan moral yang baik untuk kemudian mendampingi anak dan bersama-sama dengan anak membaca buku-buku dongeng atau melihat kaset CD yang ada.

Kisah dalam dongeng dapat diceritakan oleh orang tua kepada anak dengan menerapkan kebiasaan mendongeng dalam hubungan orang tua dan anak untuk membantu orang tua dalam menanamkan nilai pendidikan moral yang baik kepada anak. Dengan seringnya orang tua membacakan kisah dongeng kepada anak juga akan membuat anak hafal dengan cerita-cerita dongeng sehingga tumbuh rasa mencintai kisah dongeng dan melestarikan dengan menuturkan kisah dongeng kepada anak cucunya. Dengan demikian kisah dongeng dan tradisi mendongeng akan tetap ada dan tidak punah.

Siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan kisah dongeng dan tradisi mendongeng ini kalau bukan kita dan anak-anak kita? Yuk, mendongeng untuk anak-anak kita.(*)

*) Warga Cangaan, Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia