Rabu, 21 Nov 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Sambut Pertemuan IMF dan Bank Dunia Anggarkan Rp 50 Miliar

Minggu, 29 Jul 2018 07:30 | editor : AF. Ichsan Rasyid

ANGGARAN PUSAT : Akses jalan menuju Gunung Ijen menjadi tujuh meter dari empat meter yang digunakan selama ini.

ANGGARAN PUSAT : Akses jalan menuju Gunung Ijen menjadi tujuh meter dari empat meter yang digunakan selama ini.

BANYUWANGI - Persiapan menyambut ajang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) di Pulau Bali pada Oktober mendatang terus dilakukan. Untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengucurkan anggaran sekitar Rp 50 miliar.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, untuk pembangunan, perbaikan infrastruktur, dan investasi pengembangan Bandara Banyuwangi ratusan miliar mengucur ke Banyuwangi. Untuk investasi pengembangan Bandara Banyuwangi dilakukan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara.

Sedangkan untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur, kata Anas, anggaran yang mengucur mencapai Rp 50 miliar dari Kementerian PU-PR. ”Saat ini jalan menuju Gunung Ijen dalam pengerjaan. Ada perbaikan, ada pelebaran jalan, ada pula yang aspalnya di-hotmix. Oktober nanti beres,” ujarnya. 

Gunung Ijen menjadi destinasi yang akan dikunjungi delegasi ajang IMF-Bank Dunia karena di sana ada fenomena alam api biru yang mendunia. ”Juga ada pengembangan jalan ke Taman Nasional Alas Purwo. Di sana ada yang tidak boleh diaspal, jadi dirapikan dengan pasir dan batu agar tetap nyaman dilewati. Itu jadi spot karena ada G-Land yang punya ombak terbaik untuk selancar,” pungkas Anas.

Dalam ajang yang diikuti 17.000 delegasi sedunia itu, Banyuwangi mengincar sekitar 2.000 delegasi untuk berwisata di Banyuwangi. Rombongan menteri keuangan dari sejumlah negara diperkirakan bakal mendarat di Bandara Banyuwangi. Paket-paket wisata yang memadukan Bali dan Banyuwangi telah dipersiapkan. ”Sekarang persiapan teknis terus dikerjakan. Kemarin sudah kami laporkan ke Menko Kemaritiman yang juga ketua panitia pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia Pak Luhut Binsar Panjaitan,” ujar Anas kemarin (27/7).

Anas menuturkan, dalam rapat di Kemenko Kemaritiman tersebut, dipaparkan berbagai perkembangan pembangunan infrastruktur fisik di Banyuwangi, seperti penebalan landasan pacu dan perluasan apron Bandara Banyuwangi, perbaikan infrastruktur, jadwal penerbangan, serta penambahan fasilitas penunjang. ”Seperti hotel, bulan depan akan ada satu lagi hotel berbintang berkonsep resor yang diresmikan di Banyuwangi. Amenitas wisata tambah lengkap,” kata dia.

Anas menambahkan, ajang IMF-Bank Dunia berkontribusi menggerakkan ekonomi daerah. Ekonomi berputar dari dua sisi, yaitu devisa saat ribuan delegasi berbagai negara datang ke daerah dan beragam pembangunan infrastruktur menyambut perhelatan itu. ”Di tengah berbagai tantangan ekonomi, event seperti Annual Meeting IMF-Bank Dunia yang melibatkan banyak daerah, tidak hanya Bali, adalah langkah strategis menggerakkan ekonomi lokal. Perputaran uang di daerah bertambah, dan saat bersamaan branding wisata Indonesia menguat dengan kehadiran 17.000 delegasi seluruh dunia,” tanda Anas.(sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia