Minggu, 24 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Setelah Rp 50 Ribu, Ayam Potong Turun Rp 42 Ribu

27 Juli 2018, 14: 50: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

STOK MINIM: Ririn, salah satu pedagang di Pasar Mimbaan Baru, Panji memotong daging ayam yang dijualnya, kemarin.

STOK MINIM: Ririn, salah satu pedagang di Pasar Mimbaan Baru, Panji memotong daging ayam yang dijualnya, kemarin. (IZZUL FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

SITUBONDO- Pembeli daging ayam potong di Kota Santri akhirnya dapat sedikit bernafas lega. Sebab, setelah melambung tinggi, harga daging ayam potong di pasaran (kemarin 25/7) turun menjadi Rp. 42 ribu. Padahal, sehari sebelumnya, harganya sempat Rp 50 ribu perkilogram.

Hanya saja, meski turun, para pembeli dan pedagang masih menilai harga tesebut terlalu mahal. Diduga, pemicunya karena stok ayam yang minim.

Tolak Amir Mahmud, salah satu pedagang ayam di Pasar senggol mengatakan, kenaikan paling tinggi terjadi pada Selasa (24/7) lalu. “Hari ini (kemarin) saya menjual daging ayam perkilogramnya seharga Rp. 42 ribu. Kalau kemarin (Selasa- red), perkilogramnya dari Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu,” tuturnya.

Amir mengatakan, kenaikan itu sebenarnya sudah terjadi sejak seminggu lalu. “Akan tetapi, seminggu lalu  masih dalam batas wajar. Yang sangat tinggi ya dua hari terkahir ini,”  terangnya.

Selain Amir, hal serupa juga disampaikan Mukhlis, pedagang ayam asal Desa Kesambirampak, Kapongan. Saat diwawancarai wartawan koran ini, Mukhlis mengaku membandrol daging ayam perkilonya Rp. 36 ribu.

“Kalau harga daging ayam masih di atas Rp. 30 ribu, masuk kategori mahal. Saya menjual Rp. 36 ribu. Itu pun karena kasihan kepada pembeli. Kalau kemarin (Selasa-red), daging ayam perkilogramnya Rp 40 ribu,” ucapnya.

Tidak hanya pedagang saja, Fitri, salah satu pelanggan ayam potong juga menilai harga tersebut sudah di atas batas wajar. “Sepertinya sudah tidak stabil sejak hari raya Idul Fitri 2018 lalu. Namun lonjakan luar biasa terjadi akhir-akhri ini,” terangnya.

Sementara, saat hendak dikonfirmasi mengenai tidak stabilnya daging ayam potong, Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Tutik Margiyanti, tak menjawab. Padahal, saat dihubungi koran ini beberapa kali, nada sambung terus berbunyi. (zul/pri)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia