Selasa, 15 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dapat Masker

23 Juli 2018, 18: 15: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dapat Masker

Share this          

MADINAH – Meningkatnya suhu udara di Madinah dan mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem, Calon Jamaah Haji (CJH) asal Banyuwangi mulai mendapatkan kacamata hitam, masker, payung, dan tas untuk tempat sandal.

Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Banyuwangi Sujanto melaporkan, barang-barang tersebut dibagikan secara cuma-cuma alias gratis. Hal tersebut diberikan agar bisa dimanfaatkan oleh CJH selama melaksanakan ibadah haji.

Pasalnya, suhu dan cuaca di Tanah Suci cukup panas hingga mencapai 45 de­rajat Celsius. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi CJH untuk tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) tersebut. Pembagian APD tersebut dalam rangka mengurangi risiko kese­hatan CJH Indonesia selama me­lak­sanakan ibadah di Tanah Suci.

Pembagian sandal dan tas tempat sandal tersebut untuk menang­gulangi kemungkinan CJH kehila­ngan alas kaki selama beribadah di masjid. Pasalnya, dari sejumlah kejadian banyak CJH yang kehi­langan sandal hingga harus telan­jang kaki saat keluar dari Masjid Nabawi. Akibat nyeker, CJH me­nga­lami luka melepuh di bagian kaki sehingga mengganggu jalan­nya ibadah.

”Kami selalu mengingatkan pada CJH untuk selalu menjaga kondisi. Karena rukun haji saat hari Arafah, justru malah sakit dan di sana hanya jadi penghuni klinik,” jelas pem­bimbing KBIH Khoiru Ummah ini.

Pembimbing Ibadah Haji KBIH Sabilillah KH Mursyidi mela­porkan, hingga kemarin (22/7) CJH masih melakukan arbain di Masjid Nabawi. ”Kami terus memberikan imbauan kepada CJH dan segala pemantapan me­ngenai keutamaan bumi haram Madinah. Selain itu juga penting­nya memakai masker, payung, ka­camata hitam, dan membawa semprotan air saat keluar ruangan,” terangnya.

Sementara itu, untuk CJH kloter 5 embarkasi Surabaya, Mastur me­laporkan, CJH sedianya pada pukul 06.00 melaksanakan ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Namun hal tersebut gagal lanta­ran pihak muasasah atau peng­elola jamaah haji mengurungkan secara sepihak dengan men­dadak. ”Ar­mada busnya digu­nakan meng­angkut jamaah yang baru datang di bandara. Jadi ditun­da, tapi jamaah masih bisa me­nerima dengan sabar,” tan­dasnya.

Seperti diketahui, CJH Banyu­wangi terbagi dalam tiga kloter. Kloter 3 tinggal di Marriot Hotel. Jaraknya hanya 300 meter dari Masjid Nabawi arah masuk pintu gerbang 6. Adapun Kloter 4 berada di Hotel As Salihiyyah, sektor 01 Nomor Rumah 107. Jaraknya hanya 20 meter dari Masjid Na­bawi, depan pintu Masjid Nabawi No 26. Selan­jutnya kloter 5 ber­tempat di sektor 5, tembusan pintu Nomor 6.

Berada di Hotel Ares Al Madinah Nomor Rumah 521 sebanyak 67 orang jamaah. Di Hotel Nuzul Al Falah Nomor Rumah 401 sebanyak 383 orang. Jarak 1 kilometer dari Masjid Nabawi.

(bw/ddy/rbs/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia