Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Berita Daerah

Kunjungi Banyuwangi Agro Expo, Menteri Desa-PDTT Langsung Kesengsem

18 Juli 2018, 20: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERI APRESIASI:  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo melihat dari dekat Banyuwangi Agro Expo, kemarin.

BERI APRESIASI: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo melihat dari dekat Banyuwangi Agro Expo, kemarin. (Humas Pemkab Bwi For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Banyuwangi Agro Expo (BAE) 2018 membuat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Eko Putro Sandjojo kesengsem. Bukan hanya terpikat, dia juga mengapresiasi inovasi Pemkab Banyuwangi yang memadukan sektor agrobisnis dan pariwisata tersebut.

Ya, Menteri Eko bersama Bupati Abdullah Azwar Anas mengunjungi BAE yang digelar di area persawahan di Jalan Brawijaya, Banyuwangi tersebut kemarin (17/6). Ajang tahunan yang menjadi sarana pamer pelaku usaha sektor pertanian di Bumi Blambangan tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa-PDTT Taufik Madjid. ”Satu lagi inovasi yang bagus dari Banyuwangi. Salut,” ujar Eko.

Eko mengatakan, pertanian menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan. Dengan beragam inovasi pertanian dan pemasaran unik seperti yang tersaji di Banyuwangi Agro Expo, nilai produk pertanian diharapkan bisa meningkat. Dengan kemasan festival dan wisata, maka bisa menjadi agro-tourism untuk lebih meningkatkan ekonomi pedesaan.

Eko menambahkan, saat ini sektor pertanian di pedesaan membutuhkan banyak sentuhan inovasi. Pemerintah pusat terus bekerja dengan berbagai instrumen, seperti program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades). ”Produk-produk desa, termasuk pertanian, jika dikelola dengan baik dengan pemberian nilai tambah dan pemasaran yang unik, akan berdampak positif ke kesejahteraan warga. Termasuk dengan kemasan wisata, ada paket wisata produk pertanian, home stay yang menyajikan produk pertanian desa, dan sebagainya. Apa yang dilakukan Banyuwangi patut diapresiasi,” ujarnya.

Ajang BAE yang mengangkat tema ”Kampung Wong Tani” tersebut digelar 14 Juli sampai 21 Juli.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, persiapan Agro Expo telah dilaksanakan sejak beberapa bulan terakhir. ”Beberapa bulan ini, tim bekerja keras menanam beragam komoditas unggulan di tempat ini. Jadi kita bikin semacam laboratorium alam, sekaligus bagian dari edukasi ke publik tentang sektor pertanian,” kata dia.

Beragam jenis padi ditampilkan, mulai padi lokal serta padi hitam. Ditampilkan pula beras organik yang telah berhasil diekspor ke Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Bukan itu saja, di area BAE juga terdapat bermacam jenis buah eksotis, mulai durian merah, nangka merah, dan semangka nonbiji berukuran mini yang didesain muat dimasukkan ke lemari es ukuran kecil.

Ada pula lima jenis melon, dua jenis mangga, lima varian jeruk, 12 varian jambu air, 11 jenis durian, dua varian buah naga, dan 25 varian pisang. Selain itu, ada 20 varian kopi Banyuwangi serta beragam produk olahan pertanian lainnya. ”Ini merupakan sebagian inovasi pertanian Banyuwangi. Kami juga baru saja menggelar Agribusiness Startup Competition untuk mengajak anak-anak muda terjun ke bisnis pertanian,” ujar Anas.

Pada ajang Agro Expo juga dibuka konsultasi pertanian. Warga yang ingin belajar pengembangan jeruk, buah naga, ternak lele, tanam padi organik, dan sebagainya, bisa langsung berkonsultasi kepada petugas. ”Warga sekaligus bisa langsung cari tahu prospek bisnisnya. Dari sana kami berharap makin banyak warga yang terjun ke usaha pertanian,” pungkas Anas.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia