Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Penyandang Difabel Langsung Membaur

18 Juli 2018, 19: 15: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

RIANG: Siswa SLB PGRI ABCD 3 Cluring terlihat ceria di hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7).

RIANG: Siswa SLB PGRI ABCD 3 Cluring terlihat ceria di hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

CLURING - Para siswa difabel di SDLB dan SMPLB ABCD PGRI 3 Cluring, ternyata lebih cepat me­nyesuaikan dengan lingkungan. Hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7), para siswa penyan­dang tuna wicara, tuna grahita, tuna netra, dan tuna daksa itu malah tampak ceria.

Mereka terlihat bersemangat untuk belajar lagi di sekolah. Dari raut wajahnya, semua juga ceria dan mau masuk kelas. “Hari per­tama tidak ada masalah, mereka malah rindu sekolah,” terang Kepala SMPLB ABCD PGRI 3 Cluring, Nyoman Heni.

Nyoman menyebut para siswa penyandang difabelitas itu terlihat antusias sekolah. Di hari pertama, sekolah hanya memberikan penyegaran. “Hari pertama tidak ada pelajaran, kita buat kenalan dulu,” ujarnya.

Menurut Nyoman, di antara kegiatan hari pertama sekolah dikenalkan beberapa peralatan membatik, memasak, dan merias wajah. “Para siswa kami arahkan untuk memilih sendiri kreatifitas apa yang digemari, agar nanti dapat mengembangkan poten­si­nya sendiri,” ungkapnya.

Jumlah siswa di Yayasan SLB PGRI 3 Cluring, jelas dia, terdiri TKLB ABCD berjumlah 9 siswa, SDLB ABCD ada 70 siswa, SMPLB ABCD sebanyak 50 siswa, dan SMALB berjumlah 26 siswa.

Para siswa itu tidak hanya dari Kecamatan Cluring saja, tapi juga banyak dari luar kecamatan. Beberapa siswa penyandang difabel juga ada yang berasal dari Kecamatan Pesanggaran dan Siliragung. “Orang tua siswa men­daftarkan anaknya itu saat men­dekati hari masuk sekolah. Itu yang membuat kami agak sedikit kerepotan,” katanya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia