Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Seperti Main di Kandang Lawan

BP Dihajar Persid 2-0

10 Juli 2018, 18: 15: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

KALAH SUPORTER: Pemain Persid (putih) dikepung pemain Banyuwangi Putra di Stadion Diponegoro, Minggu (8/7).

KALAH SUPORTER: Pemain Persid (putih) dikepung pemain Banyuwangi Putra di Stadion Diponegoro, Minggu (8/7). (ARNINDHITA ARIFIN/RABA)

BANYUWANGI – Banyuwangi Putra (BP) boleh jadi tuan rumah pada pertandingan ketiga putaran kedua Liga 3 Jatim, Minggu (8/7) lalu. Akan tetapi, suasana Stadion Diponegoro justru lebih mirip kandang Persid Jember daripada kadang BP. Karena, pada pertandingan tersebut justru Berni, julukan suporter Persid, yang memenuhi tribun stadion.

Faktor ini pula yang kemudian dianggap menjadi salah satu penyebab jatuhnya mental pemain BP ketika menghadapi skuad Macan Sangar. Setelah kecolongan gol penalti di menit akhir babak pertama melalui striker Persid, M. Faisol Yunus, BP tampak kesulitan untuk mengembangkan pertandingan. Berkali-kali serangan anak buah Fathul Muin ini kandas dari sisi tengah. Para pemain seolah-olah terlihat kehabisan tenaga ketika harus berebut bola dengan pemain Persid.

Meski ada satu dua kesempatan diperoleh BP, namun semuanya kandas di tangan kiper M. Fir­mansyah. Mereka yang menjadi tuan rumah justru seolah bermain di bawah tekanan karena suporter Berni yang begitu solid memberikan support dari tribun kepada Persid. Bahkan di menit tambahan babak kedua, BP kembali kecolongan gol melalui pemain yang sama.

”Tidak adanya suporter tuan rumah sangat ber­pengaruh ke mental anak-anak. Suporter kan pemain ke 12. Jadi, peran mereka cukup penting. Ada sebe­narnya suporter Laros, tapi jumlahnya sedikit,” ujar Manajer BP Khairullah.

Dia juga menambahkan, hasil ini cukup membuat kesempatan BP untuk bersaing di Grup G Liga 3 semakin kecil. BP menyisakan tiga pertandingan lagi. Yaitu satu laga home melawan Persebo muda Bondowoso dan dua laga away ke kandang PSSS Situbondo dan Persikapro Probolinggo.

”Kita harus tetap optimistis. Masih ada kesempatan asalkan kita sapu bersih nanti. Nanti akan kita persiapkan anak-anak supaya bisa lebih prima. Pertandingan ini tadi kita lihat anak-anak kelelahan, karena jarak antarpertandingan terlalu mepet,” tandasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia