Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Mayat Mengapung di Segoro Anakan

03 Juli 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

EVAKUASI: Anggota Polisi dan warga mengevakuasi jenazah korban yang baru ditemukan di Segoro Anakan kawasan TNAP Dusun Asembagus, Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Minggu siang (1/7).

EVAKUASI: Anggota Polisi dan warga mengevakuasi jenazah korban yang baru ditemukan di Segoro Anakan kawasan TNAP Dusun Asembagus, Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Minggu siang (1/7). (POLSEK FOR JPRG)

Share this          

TEGALDLIMO - Warga Dusun Asembagus, Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, digegerkan penemuan mayat berkelamin lelaki di daerah segoro anakan masuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Minggu siang (1/7).

Mayat yang hanya mengenakan baju dengan posisi tengkurap, awalnya tidak diketahui identitasnya. Korban itu kali pertama ditemukan oleh warga yang akan memancing. “Ada laporan penemuan mayat, kita langsung meluncur ke lokasi,” cetus Kapolsek Tegaldlimo, AKP Priono.

Bersama warga jenazah yang tidak ada identitasnya itu, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tegaldimo. “Kita bawa ke Puskesmas untuk dilakukan peme­rik­saan, kita tidak menemukan identitas sama sekali,” terangnya.

Dari haisl pemeriksaan di Puskesmas, terang dia, tidak ditemukan tanda–tanda kekerasan. Diduga, korban ini sudah meninggal beberapa hari se­belumnya. “Mungkin korban sudah tiga hari me­ninggal, semua tubuhnya membiru dan sudah kem­bung,” cetusnya.

Menurut kapolsek, saat ditemukan warga korban yang hanya menggunakan kaus warna hitam itu hanya terlihat bagian perutnya saja. Sedang kaki dan kepala semua tenggelam. “Saat ditemukan mayat itu tidak menggunakan celana dalam,” jelasnya.

Saat mayat itu di Puskesmas Tegalldimo dan akan dikirim ke RSUD Blambangan, datang Susanti, 38, warga Dusun Krajan, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, dan mengaku mengenali korban. “Susanti mengaku anak dari korban,” ungkapnya.

Dari keterangan Susanti, korban itu ternyata Subandi, 56, warga Dusun Krajan, Desa Kedung­gebang, Kecamatan Tegaldlimo. Dari keterangannya, lelaki paro baya itu sudah pikun. “Susanti menolak ayahnya diotopsi dan akan dibawa pulang,” terangnya.

Dari keterangan Susanti itu, jelas dia, korban sudah menghilang sejak Rabu (27/6). Saat itu, Subandi berpamitan akan ke sungai dan dilarang oleh anaknya. Saat anaknya pergi, korban langsung ke sungai dan tidak pulang. “Saat hilang keluarga korban ini tidak ada yang melapor ke polsek, dan akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung,” katanya.

(bw/rio/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia