Selasa, 18 Jun 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pemilik Rumah Tak Tahu Penyebab Kebakaran

28 Juni 2018, 19: 30: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

PADAMKAN API: Warga naik ke atap ruko sembari memadamkan sisa-sisa kobaran api yang membakar tempat penyewaan PS di Jalan PB Sudirman Banyuwangi, kemarin.

PADAMKAN API: Warga naik ke atap ruko sembari memadamkan sisa-sisa kobaran api yang membakar tempat penyewaan PS di Jalan PB Sudirman Banyuwangi, kemarin. (ARNINDHITA ARIFIN/RABA)

SEMENTARA itu, Siti Aminah, 54, pemilik ruko yang terbakar di Jalan PB Sudirman mengaku bi­ngung dengan asal mula keba­karan. Ketika peristiwa itu ber­langsung, dia mengaku baru saja mematikan kompor yang ada di dapurnya yang berada di lantai dua.

Setelah mematikan kompor, Aminah melihat ada gumpalan asap di ruang penyimpanan kursi dan furnitur yang ada di lantai dua. Karena mengira asap itu berasal dari dapur di lantai satu yang digunakan oleh penjual ayam betutu, dia pun langsung menge­cek ke bawah. Ternyata dapur se­dang dibuat memasak, namun asapnya tidak sebesar yang dili­hat­nya di lantai dua.

Seketika Aminah menyadari jika lantai dua rumahnya tengah terbakar. Dia pun langsung me­manggil Sukron Yusuf, 25, putranya yang ada di PlayStation Center di lantai satu. Tak menunggu lama, putranya langsung memeriksa ruangan yang mulai terbakar di lantai dua. Dia juga langsung mengambil selang air untuk me­nyemprot ruangan tersebut.

”Saya tidak tahu titik api ini dari mana. Yang jelas saat itu dapur milik ayam betutu juga menyala, cuma di ruangan yang di lantai dua asapnya juga tebal. Anak saya yang membawa selang menga­ta­kan jika api terlalu besar, jadi tidak bisa dipadamkan,” ujar putri dari almarhum H Naim itu.

Di tengah asap yang semakin mengepul, Aminah sempat ber­tanya kepada kakaknya Imam. Bia­sanya kakaknya sering mem­bakar sampah di gang yang ada di belakang rumah, sehingga asap­nya kerap masuk hingga ke lantai dua. ”Kakak saya menga­takan tidak membakar sampah, jadi saya tidak tahu api itu dari mana. Di ruang furnitur juga tidak ada saluran listriknya,” kata Aminah

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya material yang ada di lantai dua nyaris seluruhnya ha­ngus terbakar. ”Di rumah ini yang tinggal saya bertiga dengan kakak saya Siti Naimah dan anak saya. Kakak saya umurnya sudah 76 tahun. Biasanya dia agak lambat berjalan, untungnya saat peristiwa sedang tidak di lantai dua,” tan­dasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia