Senin, 27 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Ramai-Ramai Ambil PIN

27 Juni 2018, 18: 45: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

MULAI RAMAI: Calon pendaftar di SMPN 1 Giri mengantre untuk bisa memperoleh PIN dari sekolah kemarin (26/6).

MULAI RAMAI: Calon pendaftar di SMPN 1 Giri mengantre untuk bisa memperoleh PIN dari sekolah kemarin (26/6). (FREDY RIZKI/RABA)

GIRI – Hari kedua pengambilan (personal identification number) PIN untuk lulusan Sekolah Dasar (SD) yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP kemarin (26/6) tampak ramai. Di SMPN 1 Giri tercatat ada 197 calon pendaftar yang datang ke sekolah untuk mengambil PIN.

Padahal untuk peraturan pe­ngambilan PIN bisa dilakukan calon pendaftar di SMP Negeri terdekat. Tampaknya, para pen­daftar masih belum lega jika belum datang langsung ke sekolah tujuan. ”Para pendaftar ini sebenarnya sudah kita beri tahu jika proses pengambilan PIN bisa di mana saja, tidak harus di sini. Tapi se­pertinya memang mereka lebih lega jika mengambil PIN di sekolah tujuan,” ujar salah seorang ko­ordinator PPDB SMPN 1 Giri Dardir.

Untuk bisa mendapatkan PIN, pendaftar harus menunjukkan bukti berkas berupa nomor peserta UN, KK asli, dan Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah asal. Nan­tinya, data dari peserta akan dimasukkan ke database pendaftar. Baru kemudian peserta bisa memperoleh PIN yang akan digu­nakan untuk melakukan pen­daf­taran di PPDB online SMP pada 2 Juli mendatang.

”Kemarin sedikit agak ada ham­batan dari server, mungkin kalau lancar jumlah pendaftarnya bisa semakin banyak. Kalau hari ini sudah lancar, makanya ada cukup banyak peserta yang datang,” imbuhnya. Terkait pendaftaran nanti, pendaftar bisa melaku­kan­nya di mana saja.

Tidak harus datang ke sekolah seperti pendaftaran manual. Untuk mem­permudah pendaftar, pihak­nya menyediakan ruangan khusus untuk memberikan tutorial kepada para pendaftar. ”Daftar dari smart­phone juga bisa tak harus melalui komputer. Tapi kita tetap sediakan beberapa operator untuk mem­bantu masyarakat yang kurang memahami, atau tidak memiliki perangkat untuk mendaftar,” tegasnya.

Kasi SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Sutikno menam­bahkan, sesuai dengan Perbup Ba­nyuwangi Nomor 21 Tahun 2018, tentang PPDB, PAUD, SD, dan SMP, ada dua tahap pen­daftaran yang bisa dilalui. Yaitu jalur zonasi dan bakat minat. Khu­sus untuk jalur zonasi yang digelar pada 2-3 Juli nanti, 60 persen menggunakan skor jarak tempat tinggal dengan sekolah. Sedangkan 40 persen meng­gu­nakan nilai UN.

Jadi pada jalur ini, siswa yang berdomisili paling dekat dengan sekolah dan memiliki nilai ter­tinggilah yang memiliki peluang paling besar untuk diterima di sekolah pilihan.

”Nanti rumusnya untuk jarak kita mengacu kepada jarak terdekat untuk perbandingan. Sedangkan nilai UN kita gunakan yang paling tinggi yang mendaftar di sekolah sebagai acuan untuk rumusnya,” tandas Sutikno.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia