Rabu, 22 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

Selama Arus Mudik, Tiap Puskesmas Wajib Standby 24 Jam

10 Juni 2018, 21: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

HARUS SIAP: Salah satu pasien dirawat di Puskesmas Purwoharjo. Semua Puskesmas wajib standby 24 Jam selama arus mudik.

HARUS SIAP: Salah satu pasien dirawat di Puskesmas Purwoharjo. Semua Puskesmas wajib standby 24 Jam selama arus mudik. (Dok. Radar Banyuwangi)

BANYUWANGI – Untuk memberikan rasa nyaman kepada para pemudik dan masyarakat Banyuwangi, Dinas Kesehatan Banyuwangi menyiapkan beberapa layanan kesehatan selama arus mudik. Total ada 18 Puskesmas rawat inap dan 27 puskesmas rawat jalan akan terus standby selama arus mudik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Kurniyanto mengatakan, nanti pada H-7 sampai H+7 akan ada satu Puskesmas di setiap kecamatan yang standby selama 24 jam. Di setiap puskesmas juga disiapkan ambulan yang terintegrasi dengan rumah sakit yang menjadi rujukan akhir jika puskesmas mendapatkan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.

“Selain puskesmas, nanti juga ada petugas kesehatan yang disiapkan di POS PAM dan Pos kesehatan yang berada di beberapa titik,”imbuhnya. Dia juga menambahkan puskesmas tersebut memiliki tugas pokok menangani kegawat daruratan yang dialami pasien dan melakukan stabilisasi terhadap pasien.

Namun untuk tugas yang lebih darurat tetap akan dilakukan oleh rumah sakit. Saat musim mudik sendiri RS yang standby di Banyuwangi kata Kurniyanto ada sekitar 14 unit. Termasuk di dalamya ada dua rumah sakit umum daerah yang menerapkan layanan tiga shift per hari. “Dua RSUD ini jadi rujukan akhir, jadi nanti penanganan khusus di dua rumah sakit itu. Tapi da beberapa klinik dan rumah sakit swasta yang juga standby,” terangnya.

Sementara itu, selain fokus di delapan titik pos pengamanan dan puskesmas, Kurniyanto mengatakan jika tempat wisata juga cukup diprioritaskan. Sebelumnya dia mengatakan jika Dinkes melalui puskesmas sudah beberapa kali melakukan pelatihan kepada petugas pengelola tempat wisata. “Kita upayakan semua tempat wisata ada petugas kesehatanya baik itu dari internal objek wisata atau puskesmas,” pungkasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia