Minggu, 17 Feb 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Saldo di Rekening Penerima PKH Masih Kosong

09 Juni 2018, 15: 35: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

ADA YANG TIDUR: Para penerima PKH menunggu di luar. Mereka mengaku sudah tiba di bank sejak pagi.

ADA YANG TIDUR: Para penerima PKH menunggu di luar. Mereka mengaku sudah tiba di bank sejak pagi. (HABIBUL ADNAN/JAWAPOS.COM)

SITUBONDO - Para penerima program keluarga harapan (PKH) di Situbondo belum bisa menerima hak-hak keuangannya. Pasalnya, hingga kemarin (08/06), uang di rekening mereka masih belum terisi.

Kondisi ini cukup mengherankan. Sebab, pencairan sudah dilakukan sejak dua pekan yang lalu. Akan tetapi setelah dilakukan penarikan ke ATM, saldo malah kosong. Kondisi demikian dialami puluhan orang. 

Eni Susanti,14, salah satu penerima PKH mengatakan, setelah mengetahui uang belum masuk ke rekening, sejumlah warga komplain ke Bank BNI selaku penyalur keuangan tersebut. Saat itu, oleh pihak bank dijanjikan cair paling lambat 14 hari.

Eni mengaku, janji dari bank tidak hanya disampaikan secara lisan. Akan tetapi tertulis dengan ditandatangani kedua belah pihak. “Tetapi sampai sekarang belum cair, padahal waktu 14 hari sudah lewat,” katanya.

Setiap kali ditanyakan, pihak Bank BNI beralasan, ada sistim yang eror. Karena itu, Eni mengaku sangat kesal dengan pelayanan pihak bank yang dinilai tidak memuaskan. “Saya bolak-balik ke bank. Pelayanannya sangat mengecewakan,” kata perempuan asal Desa Olean, Kecamatan Kota itu.

Eni mengaku, baru kali ini terjadi keterlambatan pencairan. Pada tahun-tahun sebelumnya, diterima tepat waktu. Saat itu, bank lain yang menyalurkan. “Sekarang ini kok tidak bagus pelayanannya,” ujarnya. 

Abd. Latif, salah satu pendamping PKH mengatakan, ada puluhan warga yang datang ke kantor BNI kemarin. Mereka datang sejak pagi untuk menunggu pencairan. Akan tetapi hingga sore hari, belum ada kejelasan. “Banyak yang balik tadi,” katanya.

Dia menerangkan, ada puluhan orang yang datang ke bank BNI. Mereka merupakan warga di tiga desa. Yaitu Desa Olean, Kecamatan Situbondo; Desa Gelung dan Desa Duwet, Kecamatan Panarukan. “Sekarang belum nerima masih,” katanya kemarin.

Kata dia, kedatangan warga tersebut untuk mempertegas waktu pencairan. Sebab, terhitung sejak dibuatkan perjanjian oleh pihak bank, sudah lewat dari 14 hari. “Ini sudah 16 hari tidak cair-cair. Saya sendiri belum tahu masalahnya,” ujarnya.

Sayang, tidak ada pernyataan resmi dari pihak bank BNI terkait masalah tersebut. Kepala cabang tidak ada di tempat saat dilakukan konfirmasi. Salah satu pegawai bank mengatakan, tidak ada masalah apapun. “Tidak ada kendala. Ini sudah kami proses,” kata pegawai tersebut sambil berlalu. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia