Rabu, 24 Oct 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Finance

Program Tol Laut Hanya Habiskan Anggaran

Sabtu, 02 Jun 2018 10:35 | editor : AF. Ichsan Rasyid

CEK PELABUHAN: Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono diapit GM Pelindo III Tanjungwangi Lina Ratnasari dan  KSOP Tanjungwangi Agus Winartono di Pelabuhan Tanjung Wangi Kamis lalu (31/5).

CEK PELABUHAN: Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono diapit GM Pelindo III Tanjungwangi Lina Ratnasari dan KSOP Tanjungwangi Agus Winartono di Pelabuhan Tanjung Wangi Kamis lalu (31/5). (FREDY RIZKI/JAWAPOS.COM)

KALIPURO – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai program tol laut yang digagas pemerintah tidak efektif. Sebab, program itu hanya menghabiskan anggaran besar dan barang yang dikirim dengan program itu tidak ada bedanya dengan barang yang ada di pasar umum.

Pendapat Bambang itu disampaikan saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Tanjung Wangi Kamis kemarin (31/5). ”Tol laut juga membawa barang yang tidak berbeda dengan barang lainnya. Karena begitu tiba di darat, barang akan dilepas ke mekanisme pasar,” katanya

Sebelum ada tol laut, kata Bambang, sudah ada 22 ribu kapal milik swasta yang melakukan pengiriman mirip dengan tol laut. ”Menurut saya seharusnya tol laut justru dihentikan. Karena banyak menghabiskan anggaran,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Coba saja kalau tidak percaya, lanjut Bambang, 22 ribu kapal swasta itu dihentikan operasinya, apakah tol laut masih berjalan. Untuk itu, PT Pelindo III harus lebih fokus dengan peti kemas, karena di Banyuwangi ini bisa menjadi akses wilayah Indonesia Timur.

Saat berada di Pelabuhan Tanjung Wangi, Bambang melihat seluruh aktivitas yang dilaksanakan di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi. Mulai dari kondisi dermaga kemudian fasilitas yang bisa disediakan Pelindo untuk kapal yang ada di dermaga tersebut.

Termasuk melakukan diskusi dengan KSOP dan General Manajer Pelindo III Tanjungwangi terkait kondisi dan kendala yang mereka hadapi. Setelah itu dia juga menyempatkan diri untuk naik ke salah satu kapal yang tengah bersandar di pelabuhan. ”Kita ingin melihat bagaimana sarana dan prasarana dan pelayanan di sini berjalan. Ternyata pelabuhan sepanjang 543 meter ini load factor-nya masih sekitar 50 persen,” ujarnya

Bambang menyarankan PT Pelindo III mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan mengembangkan dermaga untuk bongkar muat peti kemas. (fre/afi)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia