Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Finance

BI SiapkanUang Baru Rp 790 Miliar

25 Mei 2018, 16: 44: 57 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BI SiapkanUang Baru Rp 790 Miliar

(REZA FAIRUZ FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI – Untuk memenuhi ketersediaan uang rupiah selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, Bank Indonesia (BI) mulai melakukan distribusi uang baru. Untuk wilayah Banyuwangi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember mendistribusikan uang sebesar Rp 790 miliar.

  Humas Bank Indonesia Jember Iqbal saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik mengatakan, stok ketersediaan uang tersebut  untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Uang tersebut mulai di-drop secara bertahap ke Banyuwangi.    

  Sebagian besar uang tersebut penitipannya dipusatkan ke kas Bank Jatim. Nantinya peruntukan uang tersebut diberikan untuk seluruh bank yang ada di Banyuwangi.

  ”Dropping sudah bertahap, karena di Banyuwangi kapasitas kas titipan hanya Rp 200 miliar, jadi tidak bisa sekaligus,” terang Iqbal.

  Uang sebesar Rp 790 miliar itu disediakan BI dalam berbagai pecahan. Mulai Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1.000, hingga pecahan logam Rp 200. Biasanya penukaran uang sudah dikemas dalam paket per paket sesuai besaran pecahan.

  Terkait kapan waktu penukaran dimulai, Iqbal mengatakan semua tergantung kebijakan dari masing-masing bank daerah. Namun jika melihat jadwal dari daerah di sekitar Banyuwangi, seperti Kabupaten Jember. Sinergi penukaran uang dilakukan pada tanggal 28 Mei hingga 7 Juni.

  Kemudian di wilayah eks Karesidenan Besuki dan Lumajang digelar mulai tanggal 21 Mei sampai 8 Juni 2018.  Jika dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan sekitar Rp 181 miliar dari jumlah uang yang diedarkan.

  Tahun lalu, BI mengedarkan uang sebesar Rp 609 miliar di Banyuwangi. Uang tersebut di-dropping di Bank Jatim sebelum dibagi di 25 bank lainnya yang ada di Banyuwangi.

  ”Kami dari Bank Indonesia telah menyiapkan kebutuhan masyarakat akan penukaran uang Rp 790 miliar, meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya,” kata Iqbal. 
Peningkatan tersebut, lanjut Iqbal,  dipengaruhi oleh panjangnya hari libur dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri pada tahun 2018 ini, sekitar 10 sampai 12 hari. ”Kenaikan ini bisa dimaklumi, dan dipastikan berdampak terhadap melonjaknya kebutuhan penukaran uang pecahan oleh masyarakat, utamanya yang hendak merayakan Idul Fitri,” tandas Iqbal. (fre/aif)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia