Sabtu, 25 May 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Stok Daging dan Telur Aman hingga Lebaran

24 Mei 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Stok Daging dan Telur Aman hingga Lebaran

BANYUWANGI – Fluktuasi harga sembako dalam beberapa hari terakhir terus terjadi. Harga telur, daging ayam, bawang merah yang sempat naik men­dadak turun. Meski fluktuasi harga terjadi, namun Dinas Per­tanian Banyu­wangi memastikan stok untuk telur dan daging ayam masih tetap aman.

Kepala Dinas Pertanian Banyu­wangi Arief Setiawan menga­takan, produksi telur di Banyu­wangi saat ini mencapai 22 ton per hari. Ke­mudian untuk daging ayam pro­duksinya mencapai 12,5 ton. Se­dangkan untuk kon­sumsi telur masyarakat sendiri dengan tren saat ini mencapai 20,5 ton per hari dan ayam sekitar 11 ton per hari.

Dengan data itu, Arief menyim­pulkan masih ada space antara produksi dan kebutuhan daging dan telur ayam di Banyuwangi. Sehingga dia pun menegaskan jika masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok yang ada.

”Kalau kenaikan mungkin ada, seperti telur contohnya. Harganya kemungkinan berkutat di Rp 25 ribu dan Rp 23 ribu per kilo­gram­nya. Bukan karena barangnya langka, tapi produksinya menurun karena ada kebijakan larangan peng­gunaan antibiotik, sedangkan permintaan terus meningkat,” terang mantan Kepala DKP itu.

Belum lagi menurutnya, ada juga beberapa masyarakat yang memproduksi telur dan daging ayam secara mandiri. Di luar dari peternakan-peternakan. Sehingga dia pun yakin untuk beberapa hari ke depan hingga menjelang Lebaran, stok telur ayam dan da­ging ayam di pasaran tetap stabil. ”Dari produksi dan konsumsi kita masih ada sisa, itu pun biasanya diambil Situbondo. Jadi untuk stok kita lihat masih aman,” te­rangnya.

Sementara itu, untuk komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih, kata Arief, Banyuwangi memang belum bisa memberdayakan secara mandiri. Padahal konsumsi bawang merah saja untuk Banyu­wangi mencapai 425 ton per bulan dan 350 ton bawang putih.

”Ada ladang bawang merah dan bawang putih di Banyuwangi. Yang bawang putih di Tawonan itu bukan untuk konsumsi, tapi untuk benih. Sedangkan yang bawang merah masih belum bisa dipanen dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Ditambahkan, untuk cabai rawit, Banyuwangi masih dikatakan surplus. Dari lahan seluas 442 ha, Banyuwangi memproduksi sampai 221 ton cabai rawit dalam satu minggu. ”Kalau yang satu ini kita masih bisa surplus. Bulan Mei saja kita memproduksi sekitar 500 ton cabai. Sedangkan bulan depan bisa mencapai 1.000 ton,” pungkasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia