Kamis, 28 May 2020
radarbanyuwangi
Home > Refleksi
icon featured
Refleksi

Bersyukur Kepada Allah di Bulan Ramadan

Oleh: H. Hariadjio Sugito

21 Mei 2018, 14: 21: 41 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Bersyukur Kepada Allah di Bulan Ramadan

Share this          

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan dan pelipat gandaan pahala serta terkabulnya do’a orangorang yang sedang berpuasa di bulan itu. Apalagi di penghujung 10 hari yang terakhir di bulan Ramadan ada satu malam yang disebut Lailatul Qodar, bilamana beribadah pada malam itu lebih baik dari 1000 bulan atau setara dengan beribadah selama lebih kurang 83 tahun. Subhanallah, sungguh suatu bentuk kefadholan dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW yang umurnya relative pendek, yaitu rata-rata di bawah 100 tahun. Namun diberi kesempatan untuk beramal ibadah setara dengan 83 tahun sehingga dapat menyamai masa-masa ibadahnya ummat Nabi-Nabi terdahulu. Mengingat begitu luar biasanya keutamaan di bulan Ramadan, maka berbagai macam persiapan perlu mendapatkan perhatian ekstra guna menyongsong bulan

itu, yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Merenungkan nikmat yang telah kita terima dari Allah SWT adalah salah satu bentuk persiapan moral dalam menyongsong bulan Ramadan de ngan memperbanyak rasa syu kur bahwa kita masih bisa di pertemukan dengan bulan Ra madan dan limpahan hidayah serta anugerah umur yang barakah. Sehingga bisa menjumpai bulan Ramadan tahun ini. Kita harus menata niat bahwa semua amal ibadah yang kita kerjakan di bulan Ramadan ini semata mata “karena Allah” Dan senantiasa memohon kepada Allah semoga Allah menerima amalan ibadah kita di bulan Ramadan sehingga termasuk hamba yang “maqbulin”. Termasuk persiapan moral dalam menyongsong bulan Ramadan adalah membersihkan hati/jiwa dari fikiran dengki, berprasangka buruk kepada

orang lain, ingin dipuji orang lain, ada rencana jahat, arogan, mudah marah, dan fikiran negatif lainnya. Kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT mendapatkan anugerah nikmat dari-Nya, sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman ayat 20: “...Dan Allah telah menyempurnakan nikmat NYA kepada kalian (yaitu) nikmat zhahir dan nikmat bathin...”. Implemen tasi dari anugerah nikmat itu diantaranya adalah secara zhahir kita dapat merasakan berfungsinya anggota gerak, indra, organ dalam (otak, jantung, paru, hati, ginjal, dll ), kita masih bisa menikmati makan dan kehidupan dunia. Adapun secara bathin kita diberikan hati yang sakinah, adanya cinta dan kasih sayang dan yang lebih luar biasa lagi adalah “hidayah” dari Allah sehingga kita bisa senantiasa dapat beribadah kepada Allah dan ditunjukkan kepada jalan yang benar . Bersyukur

kepada Allah tidak hanya ucapan dibibir saja dengan “tahmid” (Alhamdulillah), namun harus ditindaklanjuti dengan perbuat an yang menunjukkan rasa syukurnya. Beberapa amalan yang bisa dikerjakan didalam bulan Ramadan ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah diantara nya adalah : Pertama, menjalankan puasa s ebagai kewajiban seorang muslim agar menjadi orang yang bertaqwa (QS Al Baqarah : 183).

Kedua, melaksanakan shalat Tarawih, dimana salat Tarawih adalah termasuk salat Lail yang pahalanya lebih afdhol dibanding shalat sunnah lainnya setelah shalat wajib (HR At Tirmidzi). Ketiga, membaca Alquran, yang berpahala setiap huruf di lipatkan 10 kali hasanah (HR At Tirmidzi). Di bulan Ramadan Allah akan melipatkan lagi pahala sebanyak yang dikehendaki oleh Allah. Keempat, beramal salih saat turunnya “Lailatul Qodar” yang pahalanya lebih baik dari pada pahala amalan selama seribu bulan (QS Al Qodar : 3), yang turunnya diantara malam malam ganjil pada 10 hari yang akhir di bulan Ramadan ( HR Al Bukhory ). Oleh karena itu mulai malam tanggal 21 Ramadan hingga akhir bulan Ramadan sebaiknya beramal secara penuh selama 9 atau 10 malam tanpa dipilihi malam yang ganjil saja (dalam bahasa Jawa “digribig”), karena mungkin gan

jilnya kita berbeda dengan ganjil menurut Allah. Kelima, menunaikan Zakat Fithrah yang merupakan kewajiban bagi orang Islam yang ber puasa sebanyak 1 Sho’ (berupa makanan pokok yang dimakan sehari hari misal beras) per jiwa dengan menghitung seluruh jiwa dalam keluarga yang terdiri atas budak (di Indonesia tidak ada) dan orang yang merdeka, laki laki dan perempuan, bayi/ anak kecil hingga orang tua   yang diserahkan kepada amil sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri (HR Al Bukhory) . Dan memper banyak shodaqoh dan infaq

, serta zakat harta benda, zakat perdagangan, zakat  emas dan zakat lainnya yang sudah memenuhi nishob-nya. Demikian antara lain beberapa amalan yang bisa dilakukan sebagai bentuk kesyukuran kita kepada Allah dibulan Ramadan ini mumpung masih ada kesempatan, belum tentu tahun mendatang masih ada kesem patan tersebut.  Dengan ridha Allah, semoga kita menjadi orang orang yang maqbulin lagi mut taqin. Amin, ya robbal ‘alamin. (*)

*) Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia