Minggu, 18 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Refleksi

Memaknai Hari Buku Nasional dengan Gemar Membaca

Oleh : Linda Mustika Hartiwi*

19 Mei 2018, 14: 33: 20 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Memaknai Hari Buku Nasional dengan Gemar Membaca

Share this          

SETIAP tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Hari Buku Nasional ini dalam rangka memperingati berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas ) pada tanggal 17 Mei 1980 di Jakarta.

Apa makna yang bisa diambil dari peringatan Hari Buku Nasional ini? Buku adalah jendela dunia. Di dalam buku terdapat banyak ulasan pengetahuan yang dapat dibaca dan dipelajari untuk bekal seseorang dalam menjalani kehidupan dengan berbagai bidang kehidupan seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, atau bidang kehidupan yang lainnya. Dengan membaca buku kita juga dapat mengetahui dan belajar mengenai banyak hal yang terjadi di seluruh wilayah penjuru dunia tanpa harus mengeluarkan banyak biaya untuk pergi menjelajah ke tempat yang dimaksud.

Di zaman sekarang ini minat baca terhadap buku-buku yang tersedia sangat kurang. Padahal banyak buku yang telah beredar di masyarakat dengan bahan bacaan berupa ulasan berbagai pengetahuan bidang kehidupan atau kisah pengalaman pribadi yang menginspirasi, baik dalam bentuk bacaan fiksi maupun nonfiksi. Fenomena gadget menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya minat baca masyarakat terhadap buku. Orang lebih suka asyik menghabiskan waktu dengan memainkan jari-jemari tangannya di layar gadget. Entah itu untuk mem-browsing konten yang diminati, bermain sendiri atau online bersama orang lain dengan menggunakan menu aplikasi permainan yang tersedia, atau sekadar bertegur sapa dengan keluarga dan teman di media sosial.

Orang menjadi enggan meluangkan waktu untuk membaca buku-buku bacaan yang ada. Orang lebih suka menggunakan fasilitas gadget karena praktis penggunaannya serta hemat waktu sehingga orang tidak harus pergi ke toko buku untuk membeli sebuah buku dan membacanya. Menggunakan gadget juga hemat biaya karena dengan mengeluarkan sedikit uang untuk membeli pulsa yang harganya terjangkau, orang sudah bisa menjelajah dunia dengan memilih konten apa pun yang diinginkan. Bandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah buku yang bagi sebagian orang harganya cukup mahal.

Namun demikian, ada kelebihan yang dapat disebutkan jika orang membeli buku. Dengan melakukan pembelian buku akan dapat menyimpan informasi penting yang kita butuhkan dalam waktu yang lama serta tidak mudah hilang. Berbeda dengan jika membaca informasi di layar gadget dan akan hilang saat beralih ke informasi lainnya yang walaupun bisa saja disimpan dalam sebuah file di menu gadget tetapi dalam kapasitas yang terbatas. Ketika kapasitas file telah penuh maka harus dilakukan penghapusan atas beberapa file yang telah tersimpan.

Sebenarnya minat baca terhadap buku ini bisa dipupuk saat seseorang masih berusia dini. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam rangka menumbuhkan minat baca anak terhadap buku. Orang tua dapat mengenalkan buku-buku yang bermanfaat kepada anak saat anak mulai belajar membaca. Misalnya buku bergambar yang berisi tentang cerita anak dengan warna-warna mencolok yang membuat anak menjadi tertarik dengan isi buku sehingga mau membaca buku-buku bacaan lainnya. Diperlukan juga adanya perhatian dan bimbingan dari orang tua dalam mengarahkan anak untuk membaca buku-buku yang baik yang tidak terdapat unsur pornografi, kekerasan atau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan ).

Membaca merupakan salah satu hal penting yang sangat dibutuhkan pada masa tumbuh kembang seseorang dalam fase kehidupannya sejak usia dini hingga dewasa. Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh seseorang dari sikap gemar membaca ini. Misalnya dapat menambah pengetahuan dan wawasan, memperluas kosakata, serta dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas.

Saat seseorang yang sejak kecil dibiasakan oleh orang tuanya untuk membaca buku-buku cerita yang di dalamnya terdapat tokoh-tokoh dengan karakter yang baik, juga akan dapat membantu membentuk moral dan perilaku baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membiasakan anak sejak usia dini untuk membaca buku di rumah dengan pendampingan orang tua, juga dapat mempergunakan fasilitas perpustakaan di sekolah sebagai sarana pendukung agar anak mempunyai perilaku gemar membaca.

Dalam upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat terhadap buku-buku bacaan ini juga membutuhkan peran dari pemerintah setempat. Peran pemerintah yang telah diwujudkan dengan mengadakan mobil perpustakaan keliling atau perpustakaan mini yang ditempatkan di lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat seperti di taman kota atau di tempat wisata, mungkin bisa ditambahkan lagi jumlahnya. Terutama di hari Sabtu dan hari Minggu saat banyak masyarakat mengajak anak-anak mereka untuk bermain atau sekadar jalan-jalan di akhir pekan.

Diharapkan masyarakat bisa mengajak anak-anak mereka untuk bersama-sama mengenal dan membaca ragam koleksi buku dengan bahan bacaan bermanfaat yang sesuai usia dan bila sering dilakukan akan menumbuhkan minat baca terhadap buku-buku yang ada. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk meminjam buku hendaknya tidak memberatkan masyarakat. Mengingat ada sebagian orang yang merasa enggan membeli buku dengan alasan harga buku yang cukup mahal. Diharapkan dengan adanya peran pemerintah ini akan membantu dalam rangka membudayakan gemar membaca di kalangan masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal.

Dengan memaknai peringatan Hari Buku Nasional ini bisa menjadikan langkah awal untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat terhadap buku-buku yang bermanfaat. Masyarakat juga dapat mengajak anak-anak untuk gemar membaca pula. Minat baca sangat dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa untuk membangun negeri ini. Membiasakan sikap gemar membaca sedini mungkin kepada diri sendiri sangat berguna untuk bekal di dalam menjalani kehidupan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai membudayakan gemar membaca buku. Walaupun manfaat membaca buku tidak secara langsung dapat dirasakan tetapi di masa depan akan membuat seseorang menjadi cerdas dan tangguh di dalam menghadapi perubahan yang terjadi di era globalisasi ini. Selamat Hari Buku Nasional.(*)

*) Warga Cangaan, Desa Genteng Wetan

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia